RB Depok, Berawal dari Pos Ronda Ngarep Dilirik Sponsor Eropa
- instagram.com/redbulldepokfc/
VoxPop – Kepastian mengenai klub baru asal Depok yang memakai embel-embel Red Bull akhirnya terjawab. RB Depok menjadi nama resminya setelah melaksanakan peluncuran klub pada Senin 27 April 2020.
Nama Red Bull Depok sempat meramaikan jagat maya setelah kemunculannya pada awal April lalu. Netizen Indonesia mempertanyakan keabsahan klub ini yang memakai nama Red Bull di depannya.
Baca juga: Pelatih Persija Pulang Kampung di Tengah Pandemi Corona
Tentu, nama tersebut bukan nama sembarangan. Setidaknya, masyarakat dunia mengenal sejumlah klub "besar" yang saat ini menggandeng nama merk minuman berenergi itu sebagai sponsor utamanya, yakni RB Leipzig, Red Bull Salzburg, dan New York Red Bull.
Kemunculan Red Bull Depok dengan logo yang mirip dengan tiga klub tersebut tentu memunculkan pertanyaan. Apakah memang mereka terafiliasi secara langsung dengan perusahaan asal Austria tersebut atau hanya sekadar gimmick belaka?
Setelah menunggu-nunggu, akhirnya tim asal Depok itu melakukan peluncuran secara resmi melalui siaran langsung Instagram dan Youtube. Sayangnya, launching ini jauh dari yang diharapkan. Bahkan, hanya dilakukan di sebuah pos ronda.
Mereka pun sudah menghilangkan embel-embel Red Bull. Sebagai penegasan jika memang hingga saat ini tim baru itu belum memiliki hubungan secara langsung dengan Red Bull secara resmi.
"RB Depok gak ada hubungannya dengan Red Bull yang di Eropa. Itu sudah kami katakan dari awal. Cuma kami membuka peluang untuk kerja sama. Kami sama sekali belum mengambil keuntungan sepeser pun dengan menggunakan nama Red Bull," kata Humas Red Bull Depok, Diddy Kurniawan, saat dihubungi VoxPop.
"Tentunya sedih ya harus launching di pos ronda karena gak ada yang bisa kasih tempat. Cuma karena harus tetap jalan jadi ya kami lakukan. Kalau gak launching nanti makin dibilang halu," lanjutnya.
Pun dengan logo klub. Semula, logo yang mereka tampilkan sangat mirip dengan yang terpampang di minuman berenergi lantaran terdapat dua banteng yang saling berhadapan. Sementara, logo baru mereka hanya menampilkan satu banteng saja.
