RB Depok, Berawal dari Pos Ronda Ngarep Dilirik Sponsor Eropa
- instagram.com/redbulldepokfc/
"Semua sudah dirapihkan dari bulan lalu karena biasanya Agustus kompetisi dimulai. Tapi, karena corona semua terhambat termasuk komunikasi dengan yang di Eropa. Awalnya kami berharap sudah ada jawaban pas lunching tapi berjalan seperti ini juga tak masalah," ucap Diddy.
"Soal logo memang berbeda. Sempat ada komplain juga soal logo baru. Kami tegaskan kalau dari awal tidak ada sayembara logo. Jadi, kalau ada kemiripan ya universal saja. Yang pasti kami gak menjiplak, justru kalau mirip Red Bull baru kami dibilang menjiplak," tutur dia.
Dikatakan Diddy, sejauh ini pihaknya masih terus membangun hubungan dengan Red Bull. Maka itu, selama belum ada peresmian kerja sama, klubnya hanya akan memakai nama RB Depok, bukan Red Bull Depok seperti waktu awal ramai di media sosial.
"Semua langkah kami lakukan. Inikan (ganti nama) langkah untuk legalisasi di liga. Komunikasi dengan yang di Eropa terap jalan. Kalau ke depannya ada sambutan dari sana, baru kami bisa pakai nama Red Bull," ungkap Diddy.
"Di jersey yang nanti dipakai juga masih dikosongkan sponsornya. Kalau singkatan RB yang sekarang dipakai, (sementara) masih dirahasiakan," jelas dia.
