Pelajar Indonesia Borong Penghargaan Sains Internasional

Delegasi Indonesia dalam kompetisi Intel ISEF 2017
Sumber :
  • Twitter/@lipiindonesia

VoxPop.co.id – Tahun ini, Lembaga ilmu Pengetahuan Indonesia atau LIPI mengirimkan lima karya penelitian untuk dikompetisikan pada ajang Intel International Science and Engineering Fair atau Intel ISEF. Kompetisi ini melibatkan tujuh pelajar SMA yang dikirim ke Los Angeles Convention Center, California, Amerika Serikat pada 14 hingga 19 Mei 2017.

img_title Selamat! Siswa Indonesia Juara dan Borong Medali Internasional

Dari para pelajar yang berkompetisi, empat pelajar dengan tiga karya penelitian memperoleh penghargaan bergengsi. Pelajar yang mendapat penghargaan utama (Grand Awards) adalah Latifah Maratun Sholikhah dari SMA Negeri 1 Teras, Boyolali, Jawa Tengah. Dia mendapatkan penghargaan sebagai 4th Place Grand Awards on Category of Social and Behavioral Sciences.

Judul karya penelitian dari Latifah adalah Neglected Children: Case Study of Public Attitudes toward Children with HIV AIDS in 6 (Six) Sub-Districts in Surakarta. Selain mendapat penghargaan utama, dia juga memperoleh penghargaan sebagai Honorable Mentions from American Physiological Association. 

img_title Selamat, Alat Cek Gula Darah Murah Siswi Indonesia jadi Juara Dunia

Pelajar lain juga mendapat penghargaan dalam kategori Special Awards. Penghargaan tersebut diberikan kepada tiga pelajar dengan dua karya penelitian, yakni Azizah Dewi Suryaningsih dari SMA Negeri 1 Yogyakarta dengan karya penelitian Bamboo Forest as a Natural Levee of Pyroclastic Flows in Merapi Volcano. Dia mendapatkan penghargaan Special Awards, Third Place from American Geosciences Institute. 

Sedangkan Special Awards lainnya diperoleh Bagus Putra dan Made Prasanta dari SMA Negeri Bali Mandara. Keduanya menerima Special Awards, Third Place from American Meteorological Society. Karya penelitian mereka adalah Smart Digital Psychrometer for Forecasting Local Weather.

img_title Dari Indonesia untuk Dunia, Siswi RI Bikin Alat Cek Gula Darah Murah

Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemasyarakatan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, merasa senang dan bersyukur atas capaian gemilang para pelajar Indonesia tersebut. Dia berharap talenta-talenta peneliti muda ini dapat dikembangkan lebih baik lagi untuk menjadi peneliti masa depan Indonesia.

"Kami berharap generasi muda semakin mencintai dunia penelitian, apalagi sudah ada contoh pelajar yang mampu berprestasi di tingkat internasional seperti sekarang,” tuturnya dalam keterangan tertulis kepada VoxPop.co.id, Senin, 22 Mei 2017.

Ajang Intel ISEF kali ini melibatkan 1.778 pelajar dari 78 negara. Para pelajar Indonesia dan seluruh peserta Intel ISEF memulai kompetisi sejak acara pembukaan pada Senin, 15 Mei 2017. Ajang Intel ISEF dibuka oleh President Intel Foundation Rosalind Hudnell dan President and Chief Executive Officer Society for Science & the Public Maya Ajmera.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut