Game Tetris Lahir dari Komputer Bikinan Uni Soviet
- The Daily Star
Saat melakukan perjalanan itu, hubungan antara Uni Soviet dan negara-negara Barat tengah memanas akibat Perang Dingin yang berlangsung beberapa dekade. Berbekal kamera video baru dan adrenalin, ia terjun ke sebuah negara yang tidak diketahuinya.
Pada awal kedatangannya ke Moskow, Rogers mendapat kesan suram. Langit kelabu, sedangkan TV dan radio di hotelnya tidak berfungsi. “Tidak ada yang bisa memberi saya informasi apapun,” katanya, mengenang.
Henk Rogers ketika itu hendak mencari kantor “Elektronorgtechnica” alias “Elorg” - sebuah lembaga Uni Soviet yang mengimpor serta mengekspor perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).
Ia pun menyewa seorang penerjemah, yang juga bekerja sebagai sopirnya. Sosok itu seperti langsung mengetahui segalanya. Suatu sore dia membawa Rogers ke “Eorg”. Namun penerjemah itu menolak masuk ke dalam kantor tersebut bersama Henk Rogers. Ia beralasan kalau dirinya tidak diundang.
Setelah mengumpulkan keberaniannya, Rogers masuk sendirian. Entah bagaimana dirinya bisa menjelaskan ingin membeli hak cipta atas Tetris, yang segera menyebabkan keriuhan di seluruh gedung.
Henk Rogers lalu diperkenalkan dengan Alexei Pajitnov dan delapan orang lainnya, termasuk agen KGB dan sosok lain yang tetap tidak ia kenali. Selama berjam-jam, mereka menginterogasinya. “Mereka ingin tahu apakah saya benar-benar berkecimpung di dalam bisnis game komputer,” katanya.
Saat ini, Tetris memegang tempat terhormat dalam sejarah. Setidaknya satu miliar orang, menurut perkiraan paling konservatif, setidaknya sekali dalam hidup mereka mencoba menyusun bentuk-bentuk warna-warni yang berjatuhan ke dalam beberapa garis yang teratur.
Meskipun pada tahun-tahun pertama menerima royalti tidaklah mudah bagi Alexei Pajitnov, di mana ia mulai mendapatkannya ketika pindah ke AS pada pertengahan 1990-an dan mendirikan perusahaan bersama Henk Rogers. Kini, Pajitnov tinggal di Washington DC, ibu kota AS.
