'Amazon dari Korea Selatan' Lanjutkan Perjuangan Hooq Tantang Netflix

Netflix.
Sumber :
  • Phonearena

VoxPop – E-commerce kakap yang mendapat julukan 'Amazon dari Korea Selatan', Coupang, dikabarkan membeli software atau perangkat lunak layanan video streaming Hooq. Mereka pun siap menantang dominasi Netflix di Asia Tenggara.

img_title Media Korea Selatan Soroti Kelakuan Tak Biasa Pemain Vietnam usai Kalahkan Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026

Asal tahu saja, Hooq resmi menghentikan operasionalnya pada 30 April 2020. Akibat keputusan ini, Hooq akan tutup di seluruh negara yang memiliki layanan tersebut, seperti Indonesia, India, Thailand, Fillipina, dan Singapura.

Dilansir dari situs Tech in Asia, Jumat, 10 Juli 2020, Coupang telah membuat kesepakatan untuk membeli seluruh aset milik Hooq. Kabar ini terdengar tak lama setelah raksasa teknologi China, Tencent, membeli layanan video streaming Iflix untuk memperluas layanan video-on-demand miliknya, WeTV.

img_title Mengupas Aplikasi Transformasi Digital UMKM, Inovasi yang Membantu Pelaku Usaha Bertahan di Tengah Persaingan

Coupang adalah e-commerce yang mendapat sokongan dari SoftBank, Sequoia Capital, dan Black Rock. Saat ini mereka melakukan pengiriman 3,3 juta items setiap harinya, atau naik 2,2 juta items dari tahun lalu. Kabar ini menjadi pertanda bahwa mereka merupakan pemain video streaming besar di Asia.

Sedangkan Netflix, yang merupakan layanan streaming video asal Amerika Serikat (AS), masih menjadi pemimpin di industri ini. Hooq masuk ke Indonesia dengan menggandeng Telkomsel dan Grab.

img_title Transformasi dan Inovasi Teknologi Makin Pesat, Investasi Modern Lewat AI & Riset Jadi Tren Baru

Dengan demikian, layanan video streaming yang digadang-gadang pesaing Netflix itu otomatis tidak aktif di kedua perusahaan teknologi tersebut.

Menurut pihak Hooq, sejak awal perusahaan berdiri telah terjadi perubahan struktural yang signifikan dari pasar video over-the top atau OTT, serta lansekap kompetisinya. Salah satunya, ada kemauan pasar untuk membayar ketika pilihan layanan terus meningkat.

"Penyedia konten global dan lokal semakin terarah, harga konten terus tinggi, dan kemauan pasar untuk membayar semakin tinggi di tengah serangkaian pilihan yang terus meningkat," kata Hooq, dikutip dari Business Times. Akibat perubahan itu, Hooq menambahkan jika model bisnis yang layak bagi platform OTT independen juga ikut berubah.

Ilustrasi bendera Korea Utara.

Korsel Lanjutkan Bangun Jalur Kereta ke Korut pada 2027

Proyek pembangunan jalur kereta api Korsel ke Korut telah diluncurkan pada 2015, tetapi ditangguhkan pada 2016 setelah hubungan lintas batas itu memburuk.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut