Konsumen Indonesia Tetap Melirik Gratis Ongkir ketika Belanja Online

Marketplace.
Sumber :
  • Salesforce

VoxPop Tekno – Di tengah kebijakan baru platform belanja online yang mulai mengenakan biaya jasa layanan, konsumen ternyata menempatkan program gratis ongkos kirim (ongkir) sebagai pertimbangan penting sebelum berbelanja di marketplace. Hal itu membuktikan bahwa masyarakat Indonesia masih cukup sensitif terhadap harga.

img_title 3 HP Murah untuk Pedagang Online: Andal untuk WhatsApp, QRIS, dan Marketplace

Kemudian, sekitar 42,9 persen konsumen mengaku akan mengurangi pembelian di lokapasar karena adanya biaya jasa layanan aplikasi, demikian hasil survei plaform omnichannel social-commerce SleekFlow, keterangan resminya, Minggu, 20 Agustus 2023.

Marketplace mulai mengenakan biaya jasa layanan kepada pengguna dalam besaran antara Rp1.000 hingga Rp2.000 pada setiap transaksi. Selain itu, sejak kuartal I 2023, platform juga menaikkan komisi yang dikenakan kepada penjual dari 1-4 persen menjadi 5-6 persen.

img_title Pedagang di E-Commerce Dikasih Waktu Maksimal 18 Bulan untuk Bikin NIB Kalau Mau Masih Aktif

SleekFlow melakukan survei dengan melibatkan 105 responden yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan latar belakang beragam, seperti berada di usia produktif dengan status sebagai pekerja penuh waktu. Mereka terdiri dari 62,9 persen perempuan dan pria 37,1 persen pria.

Penggunaan media sosial.

Photo :
  • Dok. Istimewa
img_title UMKM Tak Lagi Bergantung pada Platform Marketplace

Survei itu menunjukkan bahwa konsumen sekarang lebih kritis dalam bertransaksi dan merespons kenaikan harga. Untuk itu, bisnis perlu beradaptasi dengan diversifikasi kehadiran tidak hanya di marketplace, tapi juga kanal lainnya seperti WhatsApp, media sosial, dan website sendiri atau optimalisasi omnichannel.

Selain itu, studi SleekFlow kali ini juga membuktikan bahwa 91,43 persen konsumen yang menggunakan marketplace cenderung membeli produk yang dibutuhkan tanpa memikirkan apakah itu toko yang sama atau tidak.

Bahkan, 43 persen konsumen akan memilih cari toko baru yang menjual produk serupa jika toko yang pernah jadi tempat dia berbelanja tidak ada lagi di marketplace. Lalu, 29 persen pelanggan memilih mungkin berbelanja di platform lain.

Dengan perilaku konsumen itu, pebisnis online yang hanya fokus di satu platform akan kesulitan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan. Untuk itu, pebisnis online perlu mengoptimalkan keberadaan bisnisnya di berbagai platform seperti, memanfaatkan media sosial, website, hingga aplikasi pesan instan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Ilustrasi platform marketplace.

Photo :
  • Square

Regional General Manager ASEAN SleekFlow Asnawi Jufrie menyatakan bahwa konsep omnichannel menjadi kunci sebuah bisnis memberikan pengalaman kepada konsumen secara konsisten. Seperti, konsumen bisa menemukan produk di website, bertanya lebih detail di WhatsApp, hingga akhirnya menciptakan transaksi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut