Bigo Live: Kami Bukan Platform Pornografi

Ilustrasi Bigo Live.
Sumber :
  • Bigo Live

VoxPop.co.id – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika mengklaim telah memblokir situs Bigo Live. Platform live streaming itu dituding berisi konten pornografi, yang menghadirkan wanita-wanita berlagak sensual.

img_title Bigmo Minta Maaf Usai Diduga Ajak Anak di Bawah Umur Promosikan Liquid Vape

Pihak Bigo Live membantah tudingan tersebut. Menurut mereka, platform yang mereka kembangkan murni untuk menyalurkan bakat terpendam orang-orang di segala bidang, ada yang menunjukkan bakat sebagai penyanyi, chef, pesulap, sampai memperkenalkan keindahan wisata daerah saat pengguna melakukan traveling.

"Platform kami bagus, bukan pornografi. Namun seperti halnya pisau, ada yang menggunakannya hanya sekadar untuk memotong sayuran, ada juga yang menggunakannya untuk kejahatan. Perilaku negatif seperti sensualitas itu hanya dilakukan segelintir pengguna yang ingin sukses secara instan, namun memang imbasnya cukup besar ke kami. Kami menyadari hal itu," ujar Teng Yee Kiong, Marketing Director Bigo Live, yang berkantor pusat di Singapura, kepada VoxPop, Senin malam, 19 Desember 2016.

img_title Sedang Berlangsung, Live Streaming Argentina Vs Swiss di Piala Dunia 2026

Yee mengaku jika sejatinya platform miliknya itu telah sejak lama memiliki sistem censorship berlapis-lapis. Tidak hanya notifikasi tapi juga report button, sampai melibatkan mesin otomatis.

"Kami punya enam layer censorship. Pertama notifikasi default yang dimunculkan pengguna saat ingin menonton Live. Lalu ada juga notifikasi untuk broadcasternya. Tidak lupa kami sematkan report button. Berikutnya, kami melibatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk scan sensor otomatis konten yang menyalahi aturan. Lalu ada juga sensor manual dengan melibatkan 300 orang yang memindai 60 juta screenshot akun setiap harinya. Terakhir, di Indonesia, kami akan mengerahkan sedikitnya 10 orang untuk melakukan censorship lokal," papar pria yang pernah menjadi petinggi di Singtel itu.

img_title Link Live Streaming Skotlandia Vs Brasil, Duel Krusial Sang Raja Piala Dunia

Dalam notifikasi default yang ditujukan kepada pengunjung dan broadcaster, Bigo meminta keduanya untuk menjaga norma saat sedang Live. Norma yang dimaksud, termasuk tidak melakukan aksi pornografi ataupun sensual, melanggar hak cipta, dan juga menyebar konten SARA. Sebagai peringatan keras, Bigo secara tegas memberitahukan bahwa segala bentuk pelanggaran akan mereka tindak, berupa pemblokiran akun, yang membuat pengguna tidak lagi bisa melakukan live streaming seumur hidup.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut