Profil Dr Michiaki Takahashi, Ilmuwan Jepang Penemu Vaksin Cacar

Dr Michiaki Takahashi.
Sumber :
  • aljazeera.com

VoxPop – Ilmuwan Jepang Michiaki Takahashi, yang terkenal dengan pengembangan vaksin varicella, memperingati ulang tahunnya yang ke-94 tahun pada 17 Februari 2022. Takahashi, yang meninggal dunia pada 2013, juga dikenal karena penelitiannya tentang vaksin campak dan polio. Kemarin, Google mengubah logonya di 13 negara menjadi doodle, atau ilustrasi, untuk menghormatinya. Berikut profil Dr Michiaki Takahashi dikutip dari contagionlive.com.

img_title Kematian Dokter Magang Siti Zahra Maghfira Ditegaskan Bukan Dipicu Jam Kerja, Ini Penjelasan Menkes

Profil Dr Michiaki Takahashi

Takahashi lahir di Higashisumiyoshi-ku, Osaka, Jepang, pada tanggal 17 Februari 1928. Pada tahun 1954, ia memperoleh gelar MD dari Osaka University Medical School, dan menyelesaikan gelar sarjana kedokteran poxvirus virology pada tahun 1959. Takashi datang ke AS untuk belajar di Baylor College of Medicine dan Fels Research Institute of Temple University dari tahun 1963-1965.

img_title Ada Apa dengan Profesi Dokter? IDI Buka Suara Soal Maraknya Kasus Kematian Tenaga Kesehatan

Awal Mula Penemuan Vaksin Cacar Air

Takahashi tertarik mengembangkan obat setelah putranya, Teruyuki, terinfeksi virus varicella zoster penyebab cacar air. Dalam sebuah wawancara hampir 50 tahun kemudian, Takahashi mencatat putranya yang berusia 3 tahun telah melakukan kontak dengan seorang gadis yang memiliki "ruam seperti lepuh" di kepalanya.

img_title Polisi Periksa Sekuriti Apartemen Kalibata City Buat Usut Tewasnya Dokter Magang yang Jatuh dari Lantai 18

Takahashi mengenali gejala virus varicella zoster (VZV) dan tahu tidak ada pengobatan. Tak lama setelah itu, putranya mengalami gejala parah, termasuk demam tinggi dan vesikel di sekujur tubuhnya. Takashi ingat dia dan istrinya harus mengawasi putranya sepanjang hari dan malam karena kondisinya memburuk dengan cepat dan dia kesulitan bernapas.

Meskipun putranya akhirnya sembuh, Takahashi memiliki kesadaran baru tentang varicella, yang pada saat itu dianggap hanya menyebabkan penyakit "ringan". Saat belajar di AS, Takahashi mulai bekerja mengembangkan vaksin cacar air pada tahun 1971.
Takahashi mengembangkan vaksin cacar air “Oka” dengan memproduksi strain virus varicella zoster yang hidup, tetapi dilemahkan. Takahashi menggunakan VZV dari cairan vesicula seorang anak dengan kasus cacar air yang khas, yang nama keluarganya adalah Oka.

Takahashi mengembangkan virus strain v-Oka pada jaringan hewan dan manusia dan bekerja bersama Merck, Sharp & Dohme untuk mengembangkan produk akhir. Penelitian vaksin yang sulit diselesaikan pada tahun 1973, dan disertifikasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai vaksin cacar air yang paling efektif pada tahun 1984.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut