Polemik Tradisi Wisuda Kelulusan TK Hingga SMA, Warga: Mumet, Cukup Universitas Aja
- Youtube: Sanggar Davinsi
VoxPop Edukasi - Perayaan Wisuda sejak lama diketahui merupakan upacara peneguhan atau pelantikan bagi seseorang yang telah menempuh pendidikan tinggi. Di kalangan akademik, wisuda menjadi penanda kelulusan mahasiswa yang telah menempuh masa belajar pada suatu perguruan tinggi.
Pada umumnya, calon wisudawan mengenakan pakaian yang sudah ditentukan, seperti pakaian pria menggunakan hem putih dan celana hitam bersepatu hitam, pakaian wanita menggunakan kebaya tradisional tipis dengan kain batik dan bagian luarnya mengenakan toga.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, perayaan wisuda bukan hanya milik perguruan tinggi. Sejumlah sekolah dari jenjang TK (Taman Kanak-Kanak) hingga SMA (Sekolah Menengas Atas) menggelar perayaan wisuda saat acara kelulusan siswa.
Fenomena yang baru berlangsung dalam beberapa tahun ini menuai pro kontra. Pasalnya, sejumlah wali murid mengaku keberatan dengan tradisi baru ini. Karena hanya memberatkan mereka sebagai orang tua siswa.
Membebani Orang Tua Siswa
Keluhan diungkapkan salah seorang wali murid di Kalibata, Syaifullah. "Engga usah lanjut. Stop aja. Mumet. Cukup universitas aja yang ada wisuda," tulis bapak enam anak ini.
Wisuda Universitas Bakrie
- VoxPop/M Ali Wafa
"Kalo enggak ada urgensi dan korelasi buat nambah ilmu dan nilai, kayaknya mending gak usah. Bikin tambah biaya jadinya," timpal Muslim Hakim, bapak dua anak di Ciputat.
Sedangkan seorang guru sekolah islam swasta di Jakarta Timur, Muhammad Akbar mengaku pihaknya juga terbebani dengan wisuda kelulusan ini. "Kita ada sekolah, ada wisudanya juga tapi kita yang mumet, karena kita nombok."
Sementara, ada juga warga yang setuju dengan perayaan wisuda di tingkat sekolah. "Semua tergantung Niat. Niat memberi kenangan terakhir...," tulis Rudi Sabarudin, bapak dua anak di Pulogadung.
Reaksi Kemendikbudristek
Isu ini ramai diperbincangkan setelah viral curahan hati seorang wali murid, Mikhayla Eka, yang mengadu ke Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim agar dihapus acara wisuda yang dianggap tidak perlu diadakan di TK, SD, SMP hingga SMA.
Hal ini disampaikan Eka dalam kolom komentar di unggahan Instagram Nadiem Makarim pada Selasa kemarin 13 Juni 2023. Menurutnya, wisuda hanya diperuntukkan di perguruan tingi, adapun di sekolah, Eka beranggapan itu hanya memberatkan orangtua siswa.
