Viral Guru Eksploitasi Foto Siswi SMP di Instagram, Sekda Bali: Tindak Tegas!

Ilustrasi depresi.
Sumber :
  • Pinkvilla

Tabanan, VoxPop – Sekretaris Daerah (Sekda) Bali, Dewa Made Indra, mengungkapkan keprihatinannya atas kasus yang melibatkan seorang guru di Tabanan yang diduga mengeksploitasi siswi di bawah umur melalui pembuatan konten video dan foto yang menampilkan pose-pose sensual dengan seragam sekolah yang ketat.

img_title Polisi Pastikan Kematian Siswa SMP di Jatim Bukan Akibat Perundungan, Ini Motif Pelaku

Kasus ini menjadi berita viral di media sosial, dan menyebabkan gelombang kecaman dari masyarakat, baik di Bali maupun di tingkat nasional.

Konten yang dibuat oleh guru SMPN 2 Kerambitan ini pertama kali menjadi viral setelah diunggah melalui sebuah utas dari akun X bernama nad3tte, yang hingga kini telah dilihat sebanyak 1,5 juta kali. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai perlindungan anak-anak di lingkungan sekolah dan menyoroti pentingnya pengawasan yang lebih ketat terhadap penggunaan media sosial oleh guru dan siswa.

img_title Kronologi Pelajar SMP di Jatim Tewas Diduga Dianiaya Teman Sekelas, Pemicunya Cuma Gara-gara Sampah

Kasus ini mencuat ke permukaan setelah seorang guru dengan akun Instagram bernama Nangkela berulang kali membuat konten yang melibatkan siswi SMPN 2 Kerambitan sebagai model. Dalam konten tersebut, terlihat bahwa siswi-siswi ini mengenakan seragam sekolah yang ketat, dan pengambilan gambar dilakukan di lingkungan sekolah.

Tindakan ini dinilai oleh banyak pihak sebagai bentuk eksploitasi terhadap anak di bawah umur dan telah menuai kritik keras dari masyarakat yang melihatnya sebagai tindakan yang tidak pantas dan melanggar norma-norma kesopanan.

img_title Bikin Bangga! Pelajar SMP Indonesia Sabet Juara Education for Sustainable Development di Malaysia

Melihat kasus ini telah menjadi viral dan menarik perhatian publik secara luas, Sekda Bali, Dewa Made Indra, merasa perlu untuk turun langsung dan menelusuri kebenaran dari peristiwa ini. Ia juga menekankan bahwa seragam sekolah di Bali seharusnya mengikuti aturan yang ketat dan sopan.

“Aturan seragam di sekolah pasti ada seperti pakaian sopan, kalau wanita tidak boleh pakaiannya ketat, kemudian rok harus di bawah lutut, kaos kaki di atas mata kaki, saya pikir semua sekolah melakukan itu,” ujar Dewa Made Indra seperti dilansir Antara, Rabu 21 Agustus 2024.

Dewa Indra menegaskan bahwa kasus ini tampaknya merupakan insiden yang bersifat individual dan bukan mencerminkan kebijakan umum sekolah-sekolah di Bali. Namun demikian, ia menekankan bahwa kejadian ini harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh kepala sekolah di Bali agar lebih ketat dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap para guru dan siswa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut