Menghidupkan Semangat Bertani di Kalangan Santri

Ilustrasi pertanian
Sumber :

Program ini tidak hanya sekadar mengajarkan teknik dasar bertani, tetapi juga mengenalkan integrated farming system (IF) atau sistem pertanian terpadu. Sistem ini menggabungkan berbagai sektor seperti pertanian, peternakan, dan budidaya perikanan dalam satu ekosistem yang saling mendukung. Dalam program ini, para santri dilatih untuk mengelola lahan dengan metode modern yang berkelanjutan, dengan harapan bahwa keterampilan ini akan menjadi bekal penting bagi mereka setelah lulus dari pesantren.

img_title Tangis Ibu Santri yang Tewas Dibakar, Minta Tolong Prabowo, Singgung Dugaan Oknum Polisi dan Kemenag Tutupi Kasus

Selain pelatihan bertani dan beternak, Rizki juga membentuk Kelompok Santri Tani Milenial sebagai wadah wirausaha sosial yang melibatkan beberapa pesantren di Jombang. Kelompok ini berfungsi untuk menggerakkan ekonomi di lingkungan pesantren dengan cara memberdayakan santri dalam kegiatan pertanian, peternakan, dan perikanan. Dengan adanya program ini, hingga Agustus lalu sudah terbentuk 30 kelompok santri tani yang tersebar di berbagai pesantren di Jombang, menunjukkan perkembangan yang cukup pesat.

Salah satu contoh keberhasilan yang menonjol adalah kelompok tani sorgum yang dikelola oleh santri. Berkat fasilitas pengolahan pasca-panen yang diberikan, mereka mampu meningkatkan pendapatan hingga Rp60 juta per bulan. Pendapatan ini diperoleh dari penjualan produk olahan sorgum yang kini dipasarkan di area peristirahatan sepanjang Tol Trans Jawa. Pemasaran yang strategis ini memberikan nilai tambah pada produk tani, sekaligus membuka akses bagi masyarakat untuk mengenal produk-produk lokal dari santri.

img_title Ibu Santri Korban Pembakaran Surati Prabowo, Minta Usut Oknum Polisi Sodorkan Surat Damai

Usaha Rizki yang pantang menyerah untuk mengembangkan dan memajukan pertanian di kalangan santri mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Kementerian Pertanian dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) serta Hutan Lindung Brantas turut mendukung program ini. Dukungan tersebut menunjukkan pengakuan atas upaya Rizki dalam memotivasi generasi muda untuk kembali menekuni bidang pertanian dan peternakan yang selama ini dianggap kurang menarik. Program ini bukan hanya membangkitkan minat bertani di kalangan santri, tetapi juga membawa dampak positif pada perekonomian masyarakat setempat.

Melalui Kelompok Santri Tani Milenial, Rizki Hamdani membuktikan bahwa pertanian dan peternakan bukanlah profesi kuno yang tidak menjanjikan, tetapi merupakan sektor dengan potensi besar bagi generasi muda. Dengan inovasi dan manajemen yang tepat, bertani dan beternak bisa menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi, sekaligus memberdayakan lingkungan pesantren agar lebih mandiri secara finansial. Atas usahanya itu, Rizki Hamdani mendapat penghargaan bergengsi Satu Indonesia Awards pada tahun 2020 silam.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
img_title Ibu Korban Santri di Lombok: Ada Polisi Sodorkan Surat Damai Demi Tutupi Kasus Pembakaran!
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut