Rektor Baru UI Prof Heri Hermansyah Bakal Naturalisasi Tenaga Akademisi

Rektor UI periode 2024-2029 Prof Heri Hermansyah
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Rinna Purnama (Depok)

Depok, VoxPop – Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah, S.T., M.Eng., IPU resmi dilantik menjadi Rektor Universitas Indonesia (UI) periode 2024-2029. Selama lima tahun ke depan dia akan meningkatkan peringkat UI di dunia internasional. Heri mengatakan ada dua kunci utama untuk UI yaitu unggul dan impact full.

img_title Media Vietnam Sebut 11 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 Tidak Berkualitas

“Jadi kita akan mendrive seluruh kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi UI. Ada dua ciri tadi, satu adalah ciri unggul, yang kedua adalah ciri impact full. Artinya kita tidak hanya menjalankan suatu kegiatan, pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, tetapi kita harus ada ukurannya. Ukurannya itu adalah apa? Dampak. Dampak bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Heri usai pelantikan di Balai Purnomo, UI, Depok, Rabu 4 Desember 2024.

Dirinya sudah memiliki langkah untuk meningkatkan peringkat UI. Yaitu internasionalisasi, mobilitas sumber daya manusia (SDM) dan institusi. Untuk internasionalisasi kata Heri, kuncinya adalah SDM. Seluruh SDM yang ada di UI harus meningkatkan kapasistas agar mampu bersaing di kancah global.

img_title Telkom Raih Lestari Award 2026, Komitmen Membangun Talenta Berkelanjutan

Prof Dr Heri Hermansyah terpilih sebagai Rektor UI 2022-2026.

Photo :
  • Youtube UI

“Nah bagaimana cara mengupgrade SDM ini? Kalau kita lihat di negara-negara yang universitasnya maju, dosen itu tidak lagi melihat dia alumni mana, tidak melihat dia lulusan mana, bahkan tidak melihat dia paspornya mana, tetapi yang dilihat adalah kualitas dan kompetensinya. Semua negara dengan universitas yang maju itu mempekerjakan talent-talent terbaik yang datang dari negara manapun,” ujarnya.

img_title Revisi UU Kewarganegaraan Bisa Buka Jalan Timnas Indonesia Gaet Pemain Arsenal

Tantangan untuk universitas ke depan adalah mau membuka diri untuk dapat menerima akademisi yang memiliki kualitas unggul walaupun bukan berasal dari dalam. Misalnya saja tenaga akademisi yang sudah berkiprah di luar negeri memiliki prestasi yang prominent bisa datang dan masuk ke dalam UI.

“ Sehingga kemudian mereka tidak perlu lagi mulai dari awal. Tapi langsung masuk dengan posisi yang telah mereka dapatkan di luar negeri tadi. Kalau dia sudah profesor, masuk ke sini profesor juga, ya kayak gitu. Tidak perlu lagi dia mulai dari awal. Nah, dia masuk dengan segenap rekam jejaknya. Jadi kalau main bola, di perguruan tinggi pun perlu ada naturalisasi akademisi akademisi diaspora Indonesia yang ada di luar negeri untuk dapat menempati berbagai posisi di perguruan tinggi di luar negeri dan juga di UI ini,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut