Butuh Penguatan Kompetensi Guru untuk Implementasi Deep Learning dan Kurikulum Cinta
- Ist
Staf Khusus Mendikdasmen, Arif Jamali, mengatakan pembelajaran mendalam bertujuan memperkaya pendekatan pembelajaran dengan menambah karakteristik pedagogi. Sejalan dengan kompetensi literasi keagamaan lintas budaya, dalam penerapan pembelajaran mendalam, semua pihak yang terlibat saling menghargai dan menghormati dengan mempertimbangkan potensi, martabat, dan nilai-nilai kemanusiaan.
“Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang memuliakan dengan menekankan pada penciptaan suasana belajar dan proses pembelajaran berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan melalui olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga secara holistik,” kata Arif.
Kolaborator Program LKLB
Sementara itu, Koordinator Staf Khusus Menag, Farid F. Saenong, mengatakan tiga tokoh penting pemerintahan saat ini adalah kolaborator utama dari kerja sama program LKLB yang dimulai sejak tahun 2021 yaitu Anggota Dewan Pengarah BPIP, Amin Abdullah, Menag Nasaruddin Umar, dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Itu sebabnya, kehadiran Kurikulum Cinta menjadi momentum untuk semakin memperkuat kompetensi guru melalui program LKLB.
“Ini akan menjadi kekuatan besar yang harus kita manfaatkan dalam makna positif, agar cita-cita kita bersama untuk menciptakan kehidupan damai, toleran di Indonesia bisa terwujud,” kata Farid.
Farid menambahkan Kurikulum Cinta pada dasarnya adalah substansi, nilai, karakter, dan konten yang akan mendominasi semua proses belajar mengajar. Kurikulum Cinta masih dalam tahap uji publik, sehingga artinya masih menerima masukan dari berbagai pihak. Konsep Kurikulum Cinta menekankan terbangunnya relasi atau hubungan dalam menjaga persatuan bangsa.
Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan program LKLB bertujuan membangun modal sosial dalam masyarakat majemuk, yaitu rasa saling percaya. Matius mengatakan hubungan antara rasa saling percaya dan kerja sama seperti sebuah lingkaran. Rasa saling percaya memungkinkan kerja sama, sebaliknya dengan adanya kerja sama akan semakin memperkuat rasa saling percaya.
“Jika masyarakat majemuk masuk dalam lingkaran yang buruk, maka bisa dengan cepat terjadi perpecahan sosial. Itu sebabnya program LKLB sebagai upaya mendorong lingkaran positif. Meningkatkan kerja sama untuk membangun rasa saling percaya. Semoga pendekatan ini ikut mendukung program Kemenag dan Kemendikdasmen,” kata Matius Ho.
