Pendiri ESQ Apresiasi Inisiatif Sekolah Rakyat: Inovasi Pendidikan untuk Generasi Emas 2045

Mensos Saifullah Yusuf melakukan rapat soal Sekolah Rakyat
Sumber :
  • istimewa

Jakarta, VoxPop – Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan apresiasi mendalam atas lahirnya Sekolah Rakyat, sebuah inisiatif dari Presiden Prabowo yang melahirkan pendidikan inklusif dengan membuka akses pendidikan tanpa seleksi akademis awal bagi anak-anak dari keluarga miskin dan kelompok rentan.

img_title Wamensos Ungkap Pesan Prabowo Buat Ratusan Baru Siswa Sekolah Rakyat di Semarang

“Saya mengapresiasi inisiatif Presiden Prabowo yg melahirkan Sekolah Rakyat, sekolah inklusif yang membuka akses tanpa tes bagi semua anak tidak mampu, khususnya dari kelompok rentan,” ujar Ary Ginanjar. 

Menurut Ary Ginanjar, Sekolah Rakyat merupakan inovasi luar biasa yang kemudian diimplementasikan Menteri Sosial dalam menjawab tantangan kesenjangan akses pendidikan. “Tantangannya tentu tidak mudah. Justru karena tanpa seleksi, maka sistemnya harus mampu menemukan bakat tersembunyi dan potensi terbaik dari setiap anak,” ujar Ary.

img_title Sekolah Rakyat Tingkat SD Disebut Sepi Peminat, Anggota DPR Minta Evaluasi Menyeluruh

Untuk itu, Ary menekankan pentingnya penggunaan pendekatan dan metode yang disebutnya sebagai Metode Tepat 6, yakni: 1. Tepat Potensi & Gaya Belajar, 2. Tepat Karir & Jurusan, 3. Tepat Interaksi Sosial, 4. Tepat Ekstrakurikuler, 5. Tepat Dukungan Emosional, dan Tepat Pengembangan Diri.

Seluruh pendekatan ini, menurutnya, harus dilaksanakan secara cepat, tepat, efektif, dan efisien dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI).

img_title Mensos Beri Bantuan Kesehatan untuk Putra Sayuti Melik: Akan Direhabilitasi Medis

Untuk itu Ary Ginanjar juga memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia selaku penggagas Sekolah Rakyat, Menteri Sosial RI Dr. (H.C.) Syaifullah Yusuf, dan Ketua Tim Formatur Prof. Dr. (H.C.) Moh. Nuh, DEA atas kepercayaan mereka dalam mewujudkan sistem pendidikan inklusif ini.

“Saya mendukung penuh misi mulia Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Mensos Saifullah Yusuf, dan Prof. Nuh untuk mensukseskan Sekolah Rakyat bagi kaum tidak mampu agar mereka bisa terangkat derajat ekonomi, mental dan karakternya serta daya saingnya dengan Talent DNA ESQ sehingga talenta mereka terpetakan dengan baik semenjak awal hingga mereka dewasa dan berkarya kelak. Semoga menjadi amal ibadah. Aamiin,” lanjutnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, para kepala sekolah dan guru Sekolah Rakyat telah dibekali kemampuan manajemen talenta berbasis AI. Mereka memanfaatkan Talent DNA, sebuah life tool yang membantu mengenali gaya belajar, potensi alami, arah karir, dan dukungan emosional yang dibutuhkan setiap anak.

“Yang selama ini kita ukur hanya IQ dan sekolahnya bagaimana. Tapi dengan pendekatan seperti ini, kita bisa menemukan siapa yang jenius di bidang apa. Setiap anak itu sejatinya jenius. Tugas kita sebagai pendidik adalah menemukannya dan menumbuhkannya,” ungkap Ary Ginanjar.

Dengan pendekatan seperti ini, Ary Ginanjar optimistis bahwa Sekolah Rakyat akan menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya Generasi Emas Indonesia 2045, yakni anak-anak dari kelompok rentan yang diberdayakan sejak dini agar kelak mampu menjadi pemimpin dan pelopor kemajuan bangsa.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Mensos Tawarkan Anak Terduga Maling Ayam di Bali Masuk Sekolah Rakyat

Gus Ipul mengatakan keluarga KD memenuhi kriteria sebagai keluarga kurang mampu sehingga istri dan anak-anaknya berhak memperoleh bantuan dari pemerintah.

img_title
VoxPop.co.id
28 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut