Warga Gaza Dilanda Kelaparan, Incar Kaktus Jadi Makanan
- Tanggapan layar video YouTube Reuters
“Kami mengkonsumsi kaktus mentah, saya bahkan kehilangan berat badan sekitar 30 kilogram di bulan ini karena tidak ada makanan. Kaktus adalah makanan terakhir kami. Setelah semuanya hilang tidak ada yang tersisa,” kata Marwan yang duduk di kursi roda, sambil mengiris potongan kaktus untuk dua anaknya.
Kondisi yang memprihatinkan juga terjadi di Gaza Selatan, untuk mencegah meluasnya krisis pangan yang terjadi disana para warga mulai putar otak mengubah pakan biji burung sebagai tepung untuk membuat roti.
Warga Palestina berjalan di tengah hujan di kamp pengungsian di Rafah, Gaza.
- The Times of Israel.
Setelah pakan burung ditumbuk halus, orang-orang biasanya akan langsung memanggang roti di atas api yang terbuat dari kayu yang diambil dari reruntuhan bangunan.
Bahkan untuk menghambat pasokan pangan di tengah krisis, setiap keluarga akan membatasi jumlah konsumsi pangan harian, yakni satu orang hanya boleh makan paling banyak sekali sehari.
Sementara itu di bagian wilayah lainnya, para pengungsi harus mengkonsumsi rumput liar mallow atau tanaman liar yang hidup tumbuh subur di tanah Gaza.
Salah seorang pengungsi Gaza, Um Youssef Awadiyeh menuturkan bahwa keluarganya harus mengkonsumsi Mallow dengan cara direbus dengan air tanpa nasi. Kondisi tersebut digambarkan Badan pemantau hak asasi manusia euro-med menggambar situasi itu sebagai “perang kelaparan”.
