Aurelie Moeremans Ungkap Pengalaman Pahit sebagai Korban Grooming, Ini Dampak Serius Bagi Korbannya
- Istimewa
VoxPop – Aurelie Moeremans baru-baru ini merilis buku berjudul Broken Strings. Melalui buku tersebut, Aurelie secara terbuka mengungkap pengalaman pahitnya sebagai korban grooming yang dialaminya sejak usia remaja.
Berkaca dari kisah Aurelie Moeremans, penting bagi publik terutama para orang tua untuk memahami apa itu grooming dan bagaimana modusnya bekerja. Pemahaman ini menjadi langkah pencegahan penting agar anak-anak dapat terlindungi dari praktik grooming dan kejahatan seksual yang menyertainya.
Mari kita bahas satu persatu mengenai grooming. Melansir situs organisasi anti kekerasan seksual, RAINN, grooming adalah tindakan yang disengaja untuk membangun kepercayaan dengan anak, remaja, atau orang dewasa yang rentan. Misalnya orang dewasa dengan gangguan kognitif dengan tujuan mengeksploitasi mereka secara seksual.
Grooming biasanya dimulai dari sikap ramah, peran sebagai mentor, atau kebaikan yang perlahan berubah menjadi manipulasi, kontrol, serta pelecehan atau kekerasan seksual. Sejumlah korban remaja bahkan mengaku bahwa proses grooming terasa seperti sedang jatuh cinta.
Grooming bukanlah kejadian satu kali, melainkan sebuah proses. Aksi ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, dan sering kali melibatkan keluarga serta lingkungan sekitar korban. Pelaku menggunakan grooming untuk menciptakan kondisi ideal agar bisa melakukan pelecehan seksual, termasuk dengan membangun kepercayaan dari siapa pun yang berpotensi menghalangi niat mereka.
Grooming merupakan bentuk kontrol koersif, yaitu pola perilaku mengendalikan orang lain yang juga sering ditemukan dalam kasus kekerasan dalam rumah tangga dan kekerasan seksual. Istilah kontrol koersif lebih sering dipakai untuk korban dewasa. Mungkin Anda lebih akrab dengan istilah tidak resmi love bombing, yang juga bisa merujuk pada perilaku grooming atau kontrol semacam ini.
Bahaya Grooming
Mengapa Grooming Sangat Berbahaya?
Dari luar, perilaku grooming sering kali tampak tidak berbahaya. Padahal, dampaknya nyata dan bisa bertahan lama, antara lain karena:
- Manipulasi jangka panjang
- Pelecehan atau kekerasan seksual yang terjadi kemudian
- Kesadaran korban bahwa mereka telah dieksploitasi oleh orang yang mereka percaya
Menurut National Center for Victims of Crime, grooming umumnya mengikuti pola tertentu:
