Apa Itu Tuberkulosis Ginjal? Penyakit yang Pernah Dialami Lucky Element Sebelum Meninggal Dunia
- Instagram @luckywidja
Penyebab TB ginjal yang lebih jarang meliputi penyebaran melalui sistem limfatik (getah bening) serta penularan melalui hubungan seksual.
Gejala TB ginjal
Tidak semua penderita TB ginjal mengalami gejala. Namun, jika muncul, gejalanya dapat berupa:
- urine bercampur darah
- nyeri atau rasa tidak nyaman di pinggang
- sering buang air kecil
- nyeri saat buang air kecil
Gejala-gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang terkena TB ginjal. Dalam banyak kasus, keluhan ini justru lebih sering mengarah pada gangguan lain pada saluran kemih.
Lantaran gejalanya mirip dengan penyakit lain seperti infeksi saluran kemih, banyak penderita TB ginjal yang salah didiagnosis atau baru terdeteksi pada tahap lanjut. Hal ini dapat menyebabkan pengobatan menjadi terlambat.
Segera konsultasikan ke dokter jika Anda mengalami keluhan pada saluran kemih, terutama jika memiliki daya tahan tubuh lemah atau faktor risiko TBC lainnya.
Apakah TB ginjal menular?
TB ginjal sendiri tidak menular secara langsung. Namun, jika seseorang mengalami TB aktif di paru-paru sekaligus TB di ginjal, maka bakteri dapat menular ke orang lain melalui percikan ludah saat batuk atau bersin.
Karena itu, penting untuk segera memeriksakan diri dan mengambil langkah pencegahan jika Anda mencurigai adanya TB.
Komplikasi yang bisa terjadi akibat TB ginjal
Jika tidak diobati, TB ginjal dapat menyebabkan kerusakan struktur ginjal dan berujung pada gagal ginjal. Pada kasus yang berat, sebagian penderita mungkin memerlukan operasi pengangkatan ginjal yang terdampak (nefrektomi).
Namun, pengobatan TB dengan antibiotik biasanya sangat efektif untuk mencegah terjadinya komplikasi. Penting untuk menghabiskan obat sesuai anjuran dokter dan rutin menjalani kontrol lanjutan.
Bagaimana prognosis atau harapan kesembuhan TB ginjal?
Dengan diagnosis dan pengobatan sejak dini, peluang kesembuhan pasien TB ginjal umumnya sangat baik. Terapi antibiotik biasanya mampu membasmi bakteri, meredakan peradangan, serta mencegah komplikasi lebih lanjut.
Meski begitu, hasil pengobatan bisa berbeda pada tiap orang, tergantung kondisi kesehatan masing-masing. Oleh karena itu, sebaiknya diskusikan prognosis Anda secara langsung dengan dokter yang menangani.
