Dari Teras Rumah ke Aset Masa Depan, Cara IRT Ubah Penghasilan Jadi Investasi Keluarga

Ilustrasi Ibu Bekerja
Sumber :
  • Pixabay/ Shaila19

Jakarta, VoxPop – Di balik gemerlap panggung Miss Cimory Awards 2026, tersimpan kisah sederhana namun berdampak besar: para ibu rumah tangga yang pelan-pelan mengubah penghasilan harian menjadi aset masa depan. Bukan sekadar tambahan uang belanja, melainkan tabungan, rumah, pendidikan anak, hingga usaha keluarga.

img_title Rampungkan Sekolah Rakyat di Soreang, Brantas Abipraya Pastikan Infrastruktur Berkualitas

Fenomena ini memperlihatkan pergeseran cara pandang banyak ibu terhadap keuangan. Dari yang semula fokus “cukup untuk hari ini”, kini mulai berpikir lima sampai sepuluh tahun ke depan. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Hendri Viarta, Direktur Cimory Group, menyoroti perubahan tersebut sebagai pencapaian paling bermakna.

img_title Bank Indonesia Proyeksikan Ekonomi RI Tetap Tumbuh hingga 5,7 Persen pada 2026 Meski Kuartal II Melambat

“Bagi kami, pencapaian terbesar Miss Cimory bukan angka penjualan, tapi ketika para ibu mulai membangun aset. Ketika pendapatan berubah menjadi tanah, emas, atau pendidikan anak, di situlah kemandirian ekonomi benar-benar terjadi,” ujar Hendri dalam keterangannya, dikutip Kamis 29 Januari 2026. 

img_title Hampir 10 Ribu Lapangan Kerja Berpotensi Tercipta dari Investasi Enam Perusahaan TPT Ini

Ketika Penghasilan Harian Jadi Tabungan Masa Depan

Kisah Ibu Niar (45) dari Tegal menjadi salah satu contohnya. Bergabung sejak 2017, ia kini mampu merencanakan masa depan keluarga dengan lebih matang.

“Dulu fokusnya cukup hari ini,” tuturnya.

“Sekarang saya berpikir lima hingga sepuluh tahun ke depan, mulai dari rumah sendiri hingga biaya kuliah anak,” sambungnya.

Di Bandung, Ibu Dini (41) memilih mengamankan hasil kerjanya dalam bentuk emas, dua unit rumah, mobil, hingga usaha laundry sebagai persiapan hari tua. Sementara di Jakarta, Ibu Sunanti (49) berhasil membantu membuka bengkel untuk sang suami sekaligus mengantarkan kedua anaknya lulus sarjana.

Ada pula Ibu Darini (51) dari Pondok Aren yang kini memiliki sawah produktif, rumah kontrakan, dan mobil. Perjuangannya bahkan mengantarkannya menunaikan ibadah umrah—sesuatu yang dulu hanya menjadi impian.

Cerita-cerita ini menunjukkan satu benang merah: ketika seorang ibu berdaya, dampaknya tak hanya terasa di rumah sendiri, tapi juga keluarga besar di sekitarnya.

Disiplin Kecil, Dampak Besar

Kesuksesan tersebut tentu tidak datang dalam semalam. Tahun ini, 461 ibu menerima penghargaan atas konsistensi mereka. Mulai dari kategori pertumbuhan usaha, pengembangan diri, hingga distribusi produk, semuanya berangkat dari kebiasaan sederhana: disiplin mengatur waktu dan keuangan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut