Pesisir Kian Rapuh, Indonesia Berada di Garis Depan Krisis Keberlanjutan
- Freepik
Jakarta, VoxPop – Ketika garis antara laut dan daratan kian tergerus oleh abrasi dan kenaikan muka air laut, isu keberlanjutan tak lagi sekadar wacana global.
Indonesia, sebagai negara kepulauan dengan ribuan kilometer garis pantai, berada di garis depan krisis ini. Di tengah tantangan tersebut, upaya perlindungan ekosistem pesisir kembali mendapat sorotan lewat aksi penanaman mangrove di Kawasan Konservasi Mangrove Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu zona penyangga ekologis penting yang berfungsi menahan laju erosi pantai sekaligus melindungi kawasan permukiman dan keanekaragaman hayati pesisir. Pemilihan lokasi PIK mencerminkan urgensi nyata: mangrove bukan sekadar simbol hijau, melainkan benteng alami yang keberadaannya krusial di tengah perubahan iklim.
![]()
Charles Lim, Asia Managing Director Fluidra, menyoroti posisi Asia sebagai wilayah yang paling terdampak perubahan iklim.
“Asia berada di garis depan ketahanan iklim. Inisiatif di PIK ini merupakan bukti bahwa tanggung jawab perusahaan lebih dari sekadar strategi, melainkan kewajiban nyata. Kami sedang membangun masa depan di mana kesuksesan bisnis dan pelestarian lingkungan tidak dapat dipisahkan,” ujar Charles Lim dalam keterangannya, dikutip Jumat 30 Januari 2026.
Mangrove sendiri dikenal memiliki sistem perakaran yang kompleks dan kuat. Akar-akar ini mampu menahan sedimen, memperlambat arus air, serta menstabilkan garis pantai dari hempasan gelombang. Lebih dari itu, mangrove juga berperan besar sebagai penyerap karbon, bahkan disebut mampu menyerap karbon dioksida lebih efisien dibandingkan hutan daratan.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah pemimpin manajemen regional dan global dari Fluidra turut terlibat langsung dalam proses penanaman bibit bakau. Kehadiran mereka—mulai dari perwakilan kantor pusat di Spanyol, jajaran Asia, hingga tim Indonesia—menunjukkan pendekatan kolaboratif lintas wilayah dalam merespons isu lingkungan.
“Keberlanjutan melampaui batas negara. Dengan menanam akar ini di tanah Indonesia, kami tidak hanya melindungi garis pantai, tetapi juga secara fisik menanamkan komitmen global kami terhadap planet ini ke dalam fondasi operasional kami. Inilah warisan kami dalam tindakan,” ujar Francesc Camps, General Manager Africa, Asia & UK.
