Tren Art Market Ramadhan, Jadi Tempat Pulang Anak Muda

Ilustrasi belanja barang branded
Sumber :
  • BRI

Jakarta, VoxPop – Ramadhan tidak hanya identik dengan ibadah puasa, sahur, dan berbuka. Bagi banyak orang, bulan suci ini juga menghadirkan momen refleksi yang lebih dalam tentang kehidupan, nilai, dan identitas diri. 

img_title Asian Games 2026 Jadi Ujian Generasi Baru Timnas Basket Putri Indonesia

Dalam beberapa tahun terakhir, muncul fenomena baru di ruang gaya hidup urban: art market Ramadhan. Konsep ini menghadirkan ruang pertemuan antara seni, gaya hidup, dan komunitas yang menawarkan pengalaman berbeda dari bazar Ramadan pada umumnya. Scroll lebih lanjut yuk!

Apa Itu Art Market?

img_title Pernyataan Menohok Pelatih Timnas Malaysia Usai Digebuk Thailand

Art market merupakan format pameran kreatif yang menggabungkan unsur pasar dengan kurasi seni. Tidak hanya menghadirkan produk untuk dijual, art market juga menampilkan karya seni rupa, instalasi, hingga berbagai bentuk ekspresi kreatif lain dalam satu ruang yang dirancang secara tematik. 

Pengunjung tidak sekadar datang untuk berbelanja, tetapi juga menikmati pengalaman visual, berdiskusi, dan merasakan atmosfer komunitas kreatif.

img_title 8 Dancer Muda Indonesia Sabet Juara 3 pada Kejuaraan Dance Asia di Singapura

Konsep ini menjadi semakin menarik ketika dipadukan dengan momentum Ramadhan. Dalam konteks ini, art market menghadirkan ruang yang tidak hanya komersial, tetapi juga reflektif. Pengunjung dapat menikmati karya seni yang membawa narasi spiritual, sekaligus menemukan produk gaya hidup yang memiliki nilai estetika dan makna. 

Art market pun menjadi tempat bertemunya industri kreatif dengan komunitas yang ingin merayakan Ramadan secara lebih kontemplatif.

Mengapa Tren Ini Disukai Anak Muda?

Popularitas art market Ramadhan tidak lepas dari perubahan cara generasi muda memaknai pengalaman berbelanja dan berkegiatan sosial. Milenial dan Gen Z kini cenderung mencari pengalaman yang lebih autentik, kreatif, dan memiliki nilai emosional. 

Mereka tidak hanya ingin membeli produk, tetapi juga ingin terlibat dalam ruang yang memberikan inspirasi dan koneksi dengan komunitas.

Triangga, Co-Founder Grebe selaku penyelenggara, menjelaskan visi di balik konsep ini.

"Kami melihat Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk mempertemukan creative industry dengan community movement. Kami juga ingin Alif Raya Market menjadi tempat di mana karya, gaya hidup, dan spirit Islami bisa bertemu secara natural. Alif Raya Market melihat Ramadan sebagai ruang refleksi sekaligus ruang ekspresi, jadi yang dibangun bukan sekadar event musiman, tapi pengalaman yang terasa dekat dengan apa yang sedang dirasakan masyarakat di bulan Ramadan," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut