Asian Games 2026 Jadi Ujian Generasi Baru Timnas Basket Putri Indonesia
- ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
VoxPop – Timnas Bola Basket Putri Indonesia memasang target realistis namun tetap penuh ambisi pada ajang Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang. Skuad Garuda Pertiwi membidik finis di delapan besar, sekaligus melanjutkan pencapaian yang diraih pada edisi sebelumnya.
Manajer Timnas Basket Putri Indonesia, Christopher, menegaskan target tersebut tetap menjadi fokus utama tim. Namun, ia mengakui tantangan terbesar bukan hanya mengejar hasil, melainkan mempersiapkan generasi baru agar mampu bersaing di level tertinggi Asia.
"Target kami tetap berada di delapan besar seperti edisi sebelumnya. Tantangan terbesar adalah mempercepat adaptasi para pemain muda agar siap bersaing di level Asia," ujar Christopher dalam keterangannya, Minggu, 2 Agustus 2026.
Persiapan menuju Asian Games sebenarnya sudah dimulai sejak Mei 2026 melalui pemusatan latihan di Surabaya, Jawa Timur. Program tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi setelah sejumlah pemain senior memutuskan pensiun usai SEA Games 2025 di Thailand.
Saat ini, wajah baru mendominasi skuad Timnas Basket Putri Indonesia. Christopher mengungkapkan sekitar 70 persen pemain yang dipanggil merupakan generasi muda yang dipersiapkan untuk menjadi tulang punggung tim dalam beberapa tahun ke depan.
Menurutnya, Asian Games 2026 akan menjadi panggung penting bagi para pemain muda untuk menambah jam terbang internasional sebelum menghadapi target yang lebih besar di SEA Games 2027 Malaysia.
Meski mengandalkan skuad muda, Indonesia tetap berupaya tampil kompetitif. Untuk menambah kekuatan tim, Christopher berharap tiga pemain Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat dapat bergabung memperkuat Garuda Pertiwi.
Namun, proses pemanggilan ketiganya masih terkendala jadwal perkuliahan yang bertepatan dengan awal semester di Amerika Serikat.
Karena itu, Christopher berharap dukungan dari Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia, Todotua Pasaribu, agar dapat membantu proses komunikasi dengan pihak kampus sehingga para pemain tersebut memperoleh izin membela Indonesia.
"Semoga bisa dibantu bicara dengan kampus pemain terkait agar dikasih izin untuk bisa datang memperkuat timnas, karena jadwal mereka bentrok dengan awal mula masuk pelajaran," katanya.
Christopher optimistis kehadiran tiga pemain tersebut akan menambah kualitas permainan sekaligus memperbesar peluang Indonesia mewujudkan target menembus delapan besar Asian Games.
