Kisah Inspiratif Brigjen Pol Dr Sulastiana, Polwan Bintang Satu yang Jadi Role Model Kepemimpinan Perempuan di Papua
- istimewa
Manokwari, VoxPop – Momen wisuda biasanya identik dengan perayaan kelulusan mahasiswa. Namun, suasana Wisuda Sarjana Angkatan I Universitas Caritas Indonesia di Manokwari, Papua Barat, Sabtu (28/3/2026), terasa berbeda dan penuh inspirasi.
Hadir sebagai pembicara orasi ilmiah, Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Papua Barat, Brigadir Jenderal Polisi Dr. Sulastiana, M.Si., CRGP., CHCM., CRPP., sukses mencuri perhatian. Bukan hanya karena seragam bintang satu yang dikenakannya, tetapi karena pesan kuat tentang integrasi ilmu pengetahuan dan kepemimpinan yang ia sampaikan.
Sosok Polwan Bintang Satu Pertama di Papua Barat Brigjen Pol Dr. Sulastiana bukanlah sosok sembarangan. Ia mencatatkan sejarah sebagai polisi wanita berpangkat jenderal bintang satu pertama yang menduduki posisi Wakapolda di wilayah Papua. Kehadirannya di podium wisuda menjadi simbol nyata meningkatnya peran perempuan dalam kepemimpinan sektor keamanan yang selama ini didominasi pria.
Dalam orasinya, alumnus Universitas Indonesia ini menekankan pentingnya kebijakan publik yang berbasis kajian ilmiah dan manajemen risiko. Menurutnya, tantangan pembangunan modern, khususnya di wilayah dengan dinamika tinggi seperti Papua Barat, membutuhkan sentuhan humanis yang menggabungkan riset akademik dengan pengalaman lapangan.
"Kebijakan yang efektif lahir dari integrasi antara riset, pengalaman, dan akuntabilitas," ungkap sosok yang meraih gelar Doktor Kriminologi dengan predikat cumlaude dan IPK tertinggi pada tahun 2013 tersebut.
Jembatan Antara Dunia Polisi dan Akademik
Lintasan karier Sulastiana terbilang unik dan tidak lazim. Di satu sisi, ia adalah perwira tinggi kepolisian yang tegas. Di sisi lain, ia adalah seorang akademisi murni yang telah mengajar lebih dari 26 tahun.
Dedikasinya di dunia pendidikan bahkan membawanya dipercaya sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Kehormatan Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Indonesia hingga tahun 2029.
Bagi para wisudawan, sosok Sulastiana adalah contoh nyata life goals. Ia membuktikan bahwa pendidikan tinggi adalah fondasi penting untuk membentuk sensitivitas sosial dan kapasitas kepemimpinan. Di berbagai forum internasional, ia juga dikenal vokal menyuarakan isu perlindungan perempuan, anak, serta penanggulangan narkotika.
Langkah Awal Universitas Caritas Indonesia Kehadiran sang Jenderal di wisuda perdana ini menjadi penyemangat bagi 200 wisudawan Universitas Caritas Indonesia. Kampus ini berharap dapat mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara teori, tetapi juga memiliki karakter kepemimpinan yang kuat untuk membangun Papua Barat.
