Viral Minum Olive Oil untuk Diet dan Awet Muda, Cek Dulu Efek Sampingnya Ini Sebelum Ikutan!

Minyak zaitun.
Sumber :
  • U-Report

Jakarta, VoxPop – Belakangan ini, tren konsumsi minyak zaitun atau olive oil dengan cara diminum sedang populer di media sosial, terutama dalam berbagai konten gaya hidup sehat. Banyak orang menganggap kebiasaan ini dapat memberikan manfaat instan, seperti membantu menurunkan berat badan, melancarkan pencernaan, hingga menjaga kesehatan jantung.

img_title 7 Game Terbaru Viral 2026, Evolusi Teknologi yang Membuat Pengalaman Bermain Semakin Imersif dan Kompetitif

Namun di balik popularitasnya, para ahli gizi mengingatkan bahwa olive oil tetap merupakan lemak yang padat kalori. Artinya, meskipun memiliki kandungan lemak tak jenuh yang bermanfaat bagi tubuh, cara konsumsi yang tidak tepat atau berlebihan dapat menimbulkan efek samping tertentu. Scroll untuk info lebih lanjut... 

Olive oil sendiri lebih dianjurkan untuk dikonsumsi sebagai bagian dari makanan sehari hari, bukan diminum langsung dalam jumlah besar layaknya suplemen kesehatan. Berikut beberapa efek samping minum olive oil yang perlu Anda waspadai, sebagaimana dilansir dari EatingWell, Kamis, 16 April 2026.

img_title Tak Perlu Diet yang Menyiksa, Ikuti Secara Konsisten Tips Mudah Menurunkan Berat Badan

1. Gangguan pencernaan

Salah satu efek samping paling umum dari konsumsi olive oil secara langsung adalah gangguan pada sistem pencernaan. Beberapa orang dapat mengalami mual, perut terasa tidak nyaman, kembung, hingga rasa begah. Hal ini terjadi karena tubuh tidak selalu siap menerima asupan minyak dalam bentuk cair dan murni dalam jumlah besar sekaligus.

img_title 5 Game Baru Mobile yang Langsung Viral, Kombinasi Gameplay Unik dan Grafis Memukau Jadi Daya Tarik Utama

2. Diare dan efek laksatif

Olive oil dikenal memiliki efek melancarkan buang air besar. Namun jika dikonsumsi berlebihan, efek ini dapat berubah menjadi diare. Kondisi ini terjadi karena minyak zaitun dapat merangsang pergerakan usus secara berlebihan sehingga feses menjadi terlalu cair dan frekuensi buang air meningkat.

3. Risiko kenaikan berat badan

Meskipun sering dianggap sebagai lemak sehat, olive oil tetap mengandung kalori tinggi. Satu sendok makan saja dapat mengandung sekitar 120 kalori. Jika dikonsumsi tanpa kontrol atau ditambahkan di luar kebutuhan kalori harian, hal ini justru dapat menyebabkan surplus kalori yang berujung pada kenaikan berat badan.

4. Tekanan darah menjadi terlalu rendah

Olive oil dapat membantu menurunkan tekanan darah jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun pada kondisi tertentu, terutama jika dikombinasikan dengan obat penurun tekanan darah, konsumsi berlebihan dapat menyebabkan tekanan darah terlalu rendah. Gejalanya bisa berupa pusing, lemas, atau bahkan hampir pingsan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut