Waspada Stroke! Kenali Golden Period yang Bisa Menyelamatkan Nyawa Pasien
- Google Photo
Data menunjukkan prevalensi stroke di Sumatera Utara berada di kisaran 9,3 persen, menjadikannya salah satu wilayah dengan beban kasus signifikan secara nasional. Dalam kondisi ini, kecepatan penanganan menjadi faktor penentu utama keselamatan pasien.
Salah satu perkembangan terbaru datang dari Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan yang berhasil memperoleh pengakuan internasional dalam layanan stroke. Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan resmi meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization. Pencapaian ini menjadikannya sebagai rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan tersebut.
Sertifikasi Advanced Stroke Centre diberikan kepada fasilitas kesehatan yang memenuhi standar tinggi dalam penanganan stroke, mulai dari diagnosis cepat, intervensi medis lanjutan, hingga rehabilitasi berbasis bukti. Rumah sakit juga harus memiliki kesiapan layanan 24 jam dengan dukungan tim multidisiplin dan teknologi medis yang memadai.
Selain itu, indikator penting seperti kecepatan penanganan awal pasien (door-to-needle time) serta kemampuan melakukan tindakan lanjutan seperti trombektomi menjadi bagian dari penilaian.
Chief Executive Officer Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Hartono Teguh Wijaya, menyebut pencapaian tersebut menjadi bagian dari komitmen peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi pasien stroke.
“Ini bukan sekadar penghargaan, tetapi komitmen kami untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan stroke terbaik tanpa harus ke luar negeri,” ujar Hartono Teguh Wijaya, dalam keterangan resminya.
Keberhasilan ini juga didukung oleh kolaborasi tim medis lintas spesialis, termasuk neurologi, radiologi, dan bedah saraf, yang berperan dalam memastikan standar layanan berjalan optimal.
Sebelumnya, rumah sakit ini juga mencatatkan kinerja klinis melalui perolehan Diamond Award dari program WSO Angels Awards selama beberapa periode, yang menilai kecepatan diagnosis dan efektivitas terapi stroke akut.
Di sisi lain, peningkatan layanan stroke tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat. Edukasi mengenai gejala awal stroke dan pentingnya penanganan cepat dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka keterlambatan penanganan.
Dengan adanya fasilitas berstandar internasional di daerah, diharapkan akses masyarakat terhadap layanan penanganan stroke yang cepat dan tepat dapat semakin luas, sekaligus meningkatkan peluang keselamatan pasien di Indonesia.
