Bahaya Lantai Licin di Rumah, Risiko Cedera Serius hingga Patah Tulang yang Sering Diabaikan

ilustrasi: lantai rumah kotor
Sumber :
  • istockphoto.com

VoxPop Lantai licin masih menjadi salah satu penyebab kecelakaan rumah tangga yang kerap luput dari perhatian. Area seperti kamar mandi, dapur, teras, hingga sekitar kolam renang merupakan titik yang paling berisiko karena permukaannya mudah basah dan meningkatkan potensi seseorang terpeleset.

img_title Terjadi Rembesan di Lantai Kamar Mandi Atas? Ini Cara Mengatasinya

Risiko tersebut tidak hanya mengancam anak-anak maupun lansia, tetapi juga orang dewasa yang beraktivitas sehari-hari di rumah. Cedera akibat terpeleset sangat beragam, mulai dari memar, keseleo, robekan ligamen, patah tulang, cedera kepala, hingga trauma pada tulang belakang yang memerlukan penanganan medis dan rehabilitasi dalam jangka waktu tertentu. 

Pada beberapa kasus, benturan keras akibat terjatuh juga dapat menyebabkan gegar otak atau cedera otak traumatik, terutama apabila kepala membentur permukaan yang keras. Selain menimbulkan rasa sakit dan keterbatasan fisik, cedera akibat jatuh dapat mengganggu produktivitas seseorang karena membutuhkan waktu pemulihan yang tidak singkat, bahkan berpotensi menyebabkan kecacatan apabila tidak ditangani dengan tepat.

img_title Reformasi Sistemik DJBC Dinilai Tak Boleh Berhenti

Dampak kesehatan tersebut menjadi perhatian serius di berbagai negara. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa jatuh merupakan penyebab kematian akibat cedera tidak disengaja terbesar kedua di dunia setelah kecelakaan lalu lintas. Setiap tahun diperkirakan sekitar 684.000 orang meninggal dunia akibat jatuh, sementara sekitar 37,3 juta kasus jatuh lainnya memerlukan penanganan medis. 

WHO juga mencatat bahwa orang berusia di atas 60 tahun menjadi kelompok yang paling rentan mengalami cedera serius akibat jatuh, seperti patah tulang panggul dan cedera kepala, yang dapat menurunkan kemampuan bergerak, mengurangi kemandirian, hingga meningkatkan risiko komplikasi kesehatan lainnya. Bahkan, proses pemulihan setelah cedera pada lansia sering kali berlangsung lebih lama dibandingkan kelompok usia produktif dan dapat berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.

img_title Diana Pungky Tempuh Jalur Hukum, Mantan Asisten Diduga Gelapkan Uang Rp25 Miliar

Hal tersebut menunjukkan bahwa dampak jatuh tidak hanya berhenti pada cedera yang dialami saat kejadian, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan fisik dan psikologis dalam jangka panjang. Melihat besarnya risiko tersebut, para ahli kesehatan menilai bahwa pencegahan menjadi langkah yang jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kecelakaan terjadi.

WHO menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman di rumah dengan mengurangi berbagai faktor risiko, seperti lantai yang licin, pencahayaan yang kurang memadai, serta penggunaan material lantai yang memiliki daya cengkeram lebih baik, terutama pada area yang sering terkena air seperti kamar mandi, dapur, teras, dan sekitar kolam renang. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut