Apa Itu Kimpul? Begini Bentuk Umbi Lokal yang Lagi Viral di TikTok
- TikTok
Sebelum viral di media sosial, kimpul sebenarnya telah lama dimanfaatkan sebagai bahan pangan oleh masyarakat di sejumlah daerah.
Umbi ini dapat dikonsumsi setelah melalui proses pengolahan yang tepat. Kimpul antara lain bisa direbus atau dikukus, kemudian diolah menjadi berbagai makanan tradisional seperti kolak dan sayuran.
Perkembangan kreasi kuliner juga membuat pemanfaatan kimpul menjadi semakin beragam. Umbi tersebut dapat digunakan sebagai bahan alternatif dalam hidangan yang biasanya memakai kentang, seperti mashed potato, au gratin hingga lasagna.
Karakteristik inilah yang membuat kimpul menarik untuk dikembangkan sebagai bahan pangan lokal yang tidak hanya digunakan dalam menu tradisional, tetapi juga dapat masuk ke dalam kreasi kuliner modern.
Kandungan Gizi Kimpul
Kimpul merupakan sumber karbohidrat karena memiliki kandungan pati yang cukup tinggi. Salah satu karakteristik yang menarik dari umbi ini adalah ukuran granula patinya yang relatif kecil sehingga berpotensi lebih mudah dicerna.
Selain karbohidrat, kimpul juga mengandung serat pangan dan pati resisten. Umbi ini turut menyediakan sejumlah mikronutrien, antara lain vitamin B3 serta mineral seperti kalium dan tembaga.
Kimpul juga memiliki berbagai komponen bioaktif, termasuk flavonoid dan diosgenin. Kandungan tersebut membuat kimpul tidak hanya menarik sebagai sumber energi, tetapi juga berpotensi mendukung pola konsumsi pangan yang lebih beragam.
Guru Besar Ilmu Gizi IPB University, Evy Damayanthi, sebelumnya menjelaskan sejumlah kandungan gizi yang terdapat pada talas kimpul atau talas Belitung.
Berpotensi Jadi Alternatif Nasi
Dengan kandungan pati yang tinggi, kimpul berpotensi menjadi salah satu sumber karbohidrat alternatif selain beras. Pemanfaatan berbagai jenis umbi lokal seperti kimpul juga sejalan dengan upaya diversifikasi pangan.
Keberadaan kimpul menjadi menarik karena masyarakat tidak harus bergantung pada satu sumber karbohidrat saja. Umbi lokal dapat dikembangkan menjadi berbagai produk pangan sesuai kebutuhan dan kreativitas.
Kimpul juga memiliki keunggulan berupa indeks glikemik yang relatif rendah serta tidak mengandung gluten secara alami. Meski demikian, cara pengolahan dan bahan tambahan dalam suatu hidangan tetap perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang memiliki kebutuhan diet tertentu.
