Tenis vs Padel, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan? Ini Manfaatnya

ilustrasi olahraga padel
Sumber :
  • Ayo Indonesia

VoxPop – Olahraga raket menjadi salah satu pilihan aktivitas fisik yang semakin diminati masyarakat Indonesia. Tidak hanya menawarkan permainan yang kompetitif, olahraga jenis ini juga dapat menjadi cara menyenangkan untuk menjaga kebugaran sekaligus memperluas pertemanan.

img_title Membongkar 3 Smartwatch Terbaik 2026, Ketika Performa, Kesehatan, dan Produktivitas Menjadi Satu Kesatuan

Memasuki 2026, tenis dan padel menjadi dua olahraga raket yang paling mencuri perhatian. Keduanya memiliki karakter permainan berbeda, tetapi sama-sama mengandalkan gerak aktif, koordinasi tubuh, kelincahan, serta konsentrasi.

Tren tersebut juga tidak lepas dari pertumbuhan komunitas olahraga di berbagai kota. Sejumlah komunitas bahkan rutin mengadakan latihan bersama dan turnamen sehingga olahraga raket tidak lagi sekadar aktivitas individu, melainkan berkembang menjadi bagian dari gaya hidup sehat dan aktivitas sosial.

img_title Bukan Sekadar Penunjuk Waktu, Fitur Smartwatch Ini Mampu Membantu Produktivitas Harian

Berikut deretan olahraga raket yang dapat menjadi pilihan untuk meningkatkan aktivitas fisik, dengan tenis dan padel sebagai dua olahraga yang tengah paling ngetren.

1. Tenis, Latihan Kardio Sekaligus Koordinasi Tubuh

img_title Pemkot Bandung Siapkan Aturan Ketat Jam Operasional Lapangan Padel Usai Dikeluhkan Warga

Tenis merupakan olahraga raket yang dimainkan dengan memukul bola melewati net menuju area permainan lawan. Permainan dapat dilakukan secara tunggal maupun ganda.

Ciri khas tenis adalah lapangannya yang relatif luas sehingga pemain harus terus bergerak mengejar bola. Pergerakan tersebut dapat berupa berlari, melakukan sprint pendek, berhenti secara cepat, mengubah arah, hingga memukul bola dari berbagai posisi.

Dari sisi kesehatan, tenis dapat menjadi latihan kardiorespirasi yang cukup aktif. Gerakan berulang selama permainan membantu meningkatkan kebugaran jantung dan paru-paru, sekaligus melatih kekuatan serta koordinasi tubuh.

Tenis juga menuntut pemain untuk mempertahankan keseimbangan dan melakukan gerakan eksplosif. Sejumlah penelitian menunjukkan adanya hubungan antara olahraga tenis dan adaptasi kepadatan mineral tulang, meski manfaatnya dapat berbeda berdasarkan usia, durasi, intensitas, serta pola latihan.

Selain aspek fisik, tenis membutuhkan konsentrasi tinggi. Pemain harus membaca arah bola, memperkirakan posisi lawan, mengambil keputusan dalam waktu singkat, dan mengatur strategi selama pertandingan.

Dengan demikian, tenis dapat menjadi pilihan olahraga yang menggabungkan latihan fisik, koordinasi, kecepatan, keseimbangan, dan kemampuan berpikir.

2. Padel, Olahraga Raket yang Makin Populer

Jika tenis sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, padel merupakan pendatang baru yang pertumbuhannya cukup pesat dalam beberapa tahun terakhir.

Padel menggabungkan sejumlah unsur tenis dan squash. Permainan umumnya dilakukan secara ganda di lapangan berukuran 10 x 20 meter yang dikelilingi dinding atau panel. Raketnya tidak menggunakan senar seperti raket tenis, melainkan berbentuk padat dengan lubang-lubang pada permukaannya. Bola yang digunakan menyerupai bola tenis.

Salah satu karakter menarik padel adalah penggunaan dinding dalam permainan. Bola dapat memantul dari dinding sesuai aturan sebelum dikembalikan kepada lawan. Hal ini membuat pemain tidak hanya mengandalkan kekuatan pukulan, tetapi juga penempatan bola, refleks, kelincahan, dan strategi.

Dari perspektif kesehatan, padel dapat menjadi aktivitas aerobik sekaligus melatih gerak fungsional. Pemain harus bergerak ke berbagai arah, melakukan ayunan raket, menjaga keseimbangan, serta bereaksi terhadap pergerakan bola.

Olahraga ini juga relatif menarik bagi pemula karena lapangannya lebih kecil dibandingkan lapangan tenis dan umumnya dimainkan secara berpasangan. Namun, intensitas permainan tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan fisik masing-masing.

Popularitas padel di Indonesia terlihat dari semakin banyaknya fasilitas dan komunitas yang bermunculan. Olahraga ini semakin populer di kalangan masyarakat urban, termasuk profesional muda dan komunitas olahraga sosial. 

Salah satu alasan tenis dan padel semakin menarik adalah berkembangnya komunitas olahraga. Komunitas dapat membuat seseorang lebih konsisten berolahraga karena aktivitas dilakukan bersama orang lain. Selain latihan, komunitas biasanya menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, mencari partner bermain, mengikuti pertandingan, hingga membangun relasi sosial.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa olahraga raket tidak hanya berkembang sebagai kegiatan rekreasi, tetapi juga sebagai aktivitas sosial yang mendorong masyarakat untuk lebih aktif bergerak.

3. Baik Tenis Maupun Padel Punya Manfaat untuk Kebugaran

Terlepas dari pilihan olahraga, manfaat kesehatan terbesar tetap berasal dari konsistensi melakukan aktivitas fisik.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan orang dewasa melakukan aktivitas aerobik intensitas sedang selama 150-300 menit per minggu, atau aktivitas intensitas berat selama 75-150 menit per minggu. WHO juga menganjurkan latihan penguatan otot setidaknya dua hari dalam sepekan.

Aktivitas fisik secara rutin berkaitan dengan penurunan risiko penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hipertensi, serta sejumlah penyakit tidak menular. Aktivitas fisik juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan mental, termasuk membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan serta meningkatkan kualitas hidup.

Karena itu, tenis dan padel dapat menjadi salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan aktivitas fisik, terutama bagi orang yang lebih menikmati olahraga berbentuk permainan dibandingkan latihan konvensional.

4. Pilih Sesuai Kemampuan, Jangan Lupakan Pemanasan

Meski memiliki banyak manfaat, tenis dan padel tetap membutuhkan persiapan yang tepat. Pemula sebaiknya tidak langsung bermain dengan intensitas tinggi.

Pemanasan dapat dilakukan sebelum permainan untuk mempersiapkan tubuh. Setelah bermain, pendinginan dan peregangan ringan juga dapat menjadi bagian dari rutinitas.

Pemilihan sepatu yang sesuai, teknik memukul yang benar, serta peningkatan intensitas secara bertahap juga penting untuk membantu mengurangi risiko cedera. Bagi orang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sudah lama tidak berolahraga, intensitas aktivitas sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan tubuh dan, bila diperlukan, dikonsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Pada akhirnya, tren tenis dan padel di Indonesia dapat dilihat sebagai perkembangan positif apabila mendorong semakin banyak masyarakat untuk aktif bergerak. Keduanya bukan hanya menawarkan olahraga yang kompetitif, tetapi juga menjadi wadah untuk membangun koneksi misalnya dalam Asics community Slam 2026, di mana melibatkan 40 komunitas untuk turnamen tenis bergengsi. Menurut Yuya Sugiyama, President Director of Asics Indonesia, tubuh yang aktif bergerak memberikan dampak pikiran yang lebih positif. Maka dari itu, diberikan ruang bagi banyak orang untuk merasakan manfaat tenis dan padel sekaligus mendukung perkembangan olahraga raket di Indonesia.

Dengan dukungan fasilitas serta komunitas yang terus berkembang, tenis dan padel berpotensi menjadi bagian dari kebiasaan hidup aktif masyarakat Indonesia dalam jangka panjang.

Situasi terkini usai 10 pohon diduga ditebang secara ilegal di Jalan Riau, Kota Bandung

Polisi Usut Unsur Pidana Kasus Penebangan 10 Pohon Dekat Lapangan Padel di Bandung

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyatakan penebangan 10 pohon di depan area Lapang Padel Six Nine diduga melanggar ketentuan perlindungan lingkungan hidup.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut