Sering Muncul Lebam Tanpa Sebab? Jangan Disepelekan, Bisa Jadi Tanda 8 Kondisi Ini

ilustrasi memar
Sumber :

VoxPop Lebam atau memar merupakan kondisi yang cukup umum terjadi. Biasanya, lebam muncul setelah tubuh terbentur benda keras, terjatuh, atau mengalami tekanan tertentu. 

img_title Aktris Sali Irsalina Diduga Dianiaya Pacar di Dalam Mobil, Mata Lebam hingga Hidung Berdarah

Perubahan warna pada kulit terjadi akibat pembuluh darah kecil di bawah permukaan kulit mengalami kerusakan sehingga darah merembes ke jaringan di sekitarnya.

Namun, bagaimana jika lebam sering muncul meski Anda tidak merasa terbentur atau mengalami cedera? Kondisi tersebut patut diperhatikan, terutama jika lebam muncul berulang kali, berukuran cukup besar, atau disertai keluhan lain. 

img_title Riwayat Penyakit Hotman Paris yang Kini Mundur dari Kasus Febrie Adriansyah, Pernah Abses Hati hingga Saraf Kejepit

Mudah memar atau easy bruising dapat dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kondisi yang relatif ringan hingga gangguan kesehatan tertentu. Berikut sejumlah penyebab sering muncul lebam tanpa sebab yang perlu Anda ketahui, sebagaimana dilansir dari Healthline, Sabtu, 8 Agustus 2026.

1. Kekurangan vitamin tertentu

img_title Di Balik Lezatnya Nasi Goreng, Waspadai Bahan yang Dianggap Jadi Pemicu Penyakit

Asupan vitamin yang tidak mencukupi dapat menjadi salah satu faktor seseorang lebih mudah mengalami lebam. Vitamin C, misalnya, berperan penting dalam menjaga kesehatan kulit, jaringan tubuh, dan pembuluh darah.

Sementara itu, vitamin K memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah. Kekurangan vitamin tersebut dapat membuat tubuh lebih sulit mengendalikan perdarahan kecil yang terjadi di bawah kulit sehingga lebam lebih mudah terlihat. Karena itu, pola makan yang kurang seimbang dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan apabila Anda sering mengalami memar tanpa penyebab yang jelas.

2. Jumlah trombosit rendah

Trombosit merupakan salah satu komponen darah yang berperan dalam proses pembekuan. Ketika jumlah trombosit terlalu rendah, tubuh dapat mengalami kesulitan menghentikan perdarahan kecil. Salah satu tandanya dapat berupa munculnya lebam dengan lebih mudah. Kondisi ini juga dapat disertai gejala lain seperti mimisan, gusi berdarah, atau perdarahan yang lebih lama berhenti.

Jika Anda mengalami beberapa gejala tersebut secara bersamaan, pemeriksaan darah dapat membantu mengetahui apakah terdapat masalah pada jumlah trombosit.

3. Gangguan pembekuan darah

Mudah memar juga dapat berkaitan dengan gangguan pada sistem pembekuan darah. Salah satu contohnya adalah von Willebrand disease, yaitu kondisi ketika protein tertentu yang membantu proses pembekuan darah tidak tersedia dalam jumlah yang cukup atau tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut