Anak 70-an dan 80-an Bisa Lakukan 6 Hal Ini Tanpa Minta Izin, Kenapa Generasi Sekarang Harus Bilang Dulu?
- Freepik
Menariknya, pola tersebut justru berbeda dengan banyak keluarga masa kini. Orang tua modern cenderung lebih aktif terlibat dalam aktivitas anak dan berusaha menyediakan waktu berkualitas bersama mereka.
Akibatnya, ketika anak ingin bermain atau melakukan sesuatu seorang diri, mereka terkadang perlu meminta izin terlebih dahulu.
4. Berkomunikasi dengan teman yang tinggal jauh
Sebelum era media sosial, surat menjadi salah satu cara untuk berkomunikasi dengan teman atau kerabat yang tinggal jauh. Anak-anak bisa menulis surat dan mengirimkannya tanpa perlu meminta persetujuan orang tua.
Kini, komunikasi jarak jauh jauh lebih mudah karena tersedia berbagai platform digital. Namun, kemudahan tersebut juga membuat orang tua lebih waspada.
Anak mungkin harus meminta izin sebelum membuat akun media sosial atau berkomunikasi dengan orang yang belum dikenal. Kekhawatiran terhadap privasi, penipuan, perundungan hingga konten yang tidak sesuai usia membuat pengawasan digital menjadi semakin penting.
5. Menentukan aktivitas sendiri
Anak-anak era 70-an dan 80-an juga lebih sering menentukan sendiri kegiatan yang ingin dilakukan. Mereka dapat berkumpul di taman, bermain bola, bersepeda atau membuat permainan bersama teman tanpa jadwal yang terlalu terstruktur.
Berbeda dengan sekarang, kegiatan anak sering kali sudah masuk ke dalam agenda keluarga. Mulai dari latihan olahraga, les, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler membutuhkan pendaftaran, perlengkapan khusus, bahkan antar-jemput orang tua.
Dulu, bermain bersama teman di halaman atau taman sudah cukup untuk menjadi aktivitas sore hari.
6. Menjelajah lingkungan sekitar
Kebebasan untuk menjelajah menjadi salah satu ciri khas masa kecil generasi terdahulu. Anak-anak dapat pergi cukup jauh dari rumah bersama teman selama masih mengetahui batas waktu untuk pulang.
Mereka belajar membaca situasi, mengenali lingkungan, menyelesaikan masalah kecil dan mengambil keputusan sendiri dari pengalaman tersebut.
Sementara itu, anak-anak sekarang cenderung mendapatkan pengawasan lebih ketat. Perubahan ini tidak lepas dari meningkatnya perhatian terhadap keselamatan anak serta perkembangan teknologi yang membuat orang tua lebih mudah memantau keberadaan mereka.
Pada akhirnya, perbedaan pola asuh antara generasi dulu dan sekarang bukan berarti salah satunya lebih baik. Setiap zaman memiliki tantangan sendiri. Anak-anak era 70-an dan 80-an mendapatkan lebih banyak kesempatan untuk belajar mandiri, sedangkan anak-anak masa kini tumbuh dengan perlindungan dan akses informasi yang jauh lebih besar.
