Tahun 1990an, Ilmuwan Sudah 'Lahirkan' Manusia Hasil Rekayasa Genetika
- The New York Times
Ternyata hal itu memang benar. Para dokter menemukan bahwa beberapa anak membawa DNA mitokondria dari para donor di samping orang tua mereka.
FDA juga bereaksi tak senang. Mereka melayangkan tuntutan pada klinik yang tak dijelaskan namanya itu, sehingga praktik penyuntikan telur pun berhenti. Saat itu, mungkin selusin anak sudah dilahirkan dengan campuran DNA.
Seperti DNA di kromosom kita, DNA di mitokondria bisa bermutasi. Mutasi dapat menyebabkan gejala mulai dari kebutaan hingga kematian dini, dan wanita menurunkannya kepada anak-anak mereka. Diperkirakan satu dari 5.000 orang menderita penyakit mitokondria, dan sebagian besar tidak ada perawatan yang efektif. Para ilmuwan bertanya-tanya apakah mereka bisa menghapus penyakit-penyakit ini dengan menukar mitokondria.
Tes-tes yang disebut terapi penggantian mitokondria ini, yang dilakukan pada tikus dan monyet, menawarkan hasil yang menggembirakan. Tetapi ketika para ilmuwan mendekati pemerintah Amerika Serikat untuk mencobanya pada telur manusia, gagasannya ditolak.
Bukan hanya risiko medis yang mungkin membuat orang khawatir. Banyak yang melihatnya sebagai penghinaan terhadap martabat manusia. "Ini adalah bentuk mengerikan dari kloning manusia eugenic," kata seorang anggota kongres Nebraska, Jeff Fortenberry, pada sidang pada tahun 2014.
Dua tahun kemudian, sebuah ketentuan berkembang menjadi RUU anggaran kongres yang melarang FDA dari mempertimbangkan terapi penggantian mitokondria.
Apa yang dilakukan Profesor He dan berbuntut tentangan keras akhir-akhir ini, mengingatkan pada sejarah modifikasi gen oleh dokter New Jersey tersebut. Glen Cohen, profesor teknologi di Harvard Law School, memprediksi bahwa praktik He bisa jadi akan menjadi pengulangan terhadap cerita pengganti mitokondria.
Terlepas dari itu, Lulu dan Hana, kedua bayi kembar yang menjadi praktik rekayasa genetika He, telah lahir di Hong Kong, dan He menyatakan akan memonitor pertumbuhannya selama 18 tahun ke depan. (ren)
