Bukan Mitos, Bulan Purnama Bisa Pengaruhi Perilaku Hewan

Ilustrasi Bulan
Sumber :
  • www.pixabay.com/PeterDargatz

VoxPop – Peristiwa astronomi gerhana bulan total, berlangsung pada 20-21 Januari 2019. Akibat perbedaan waktu, hanya wilayah tertentu saja yang dapat mengamatinya, yakni daratan Amerika, Eropa Barat, dan Afrika. Gerhana tersebut bertepatan dengan pukul 10:34-13:51 WIB, sehingga tak dapat disaksikan di Indonesia.

img_title Anjlok 2,15 Persen, BPS Catat Jumlah Wisatawan Mancanegara Cuma 1,39 Juta Kunjungan di Juni 2026

Gerhana bulan terjadi saat bulan purnama. Meski diketahui sebagai fenomena alam biasa, namun tak jarang ia dikaitkan dengan sejumlah mitos. Begitu juga dengan bulan purnama.

Misalnya di Indonesia, sebagian kalangan masyarakat percaya bahwa gerhana bulan terjadi karena bulan dimakan raksasa atau makhluk magis lain.

img_title Kunjungan Jokowi ke NTT Disebut PSI Bukan Sekadar Silaturahmi Politik

Namun, sudut pandang sains memiliki penjelasan tentang hubungan antara bulan purnama dengan perilaku makhluk hidup. Berikut ini seperti dilansir dari laman Live Science.

1. Luwak (musang) menjadi pemalu
Ilmuwan menemukan bahwa luwak cenderung mengangkat kaki saat kencing. Akan tetapi ketika bulan purnama, kecenderungan ini berkurang. Luwak menggunakan cara ini untuk pertahanan diri dengan menandai wilayah, terutama ketika mereka bersiap kawin.

img_title PSI NTT Sebut Jangan Karena Politik, Sejarah Pembangunan NTT Dihapus

Fase ketika bulan baru dianggap sebagai waktu yang tepat untuk bereproduksi, karena kegelapan memberikan perlindungan bagi pasangan luwak dari pemangsa yang mengintai.

2. Karang seks menjadi liar


Peneliti menemukan bahwa pada malam terang bulan, karang di lepas pantai Australia menyinkronkan pelepasan telur dan sperma yang paling masif di Bumi.

Selain dipengaruhi faktor lingkungan, termasuk suhu, salinitas, dan ketersediaan makanan; menurut ilmuwan, cahaya bulan tampaknya memainkan peran utama. Alasannya, peristiwa pembuahan itu selalu terjadi pada atau dekat bulan purnama.

3. Hewan peliharaan terluka


Kucing dan anjing tampaknya lebih sering terluka saat bulan purnama. Sebuah penelitian menyelidiki korelasinya, yang sering dicatat oleh dokter hewan dan pekerja lain dalam perawatan hewan.

Pada malam bulan purnama, mereka menemukan peningkatan 23 persen dalam kunjungan kucing dan 28 persen peningkatan kunjungan anjing ke ruang gawat darurat.

Para peneliti tidak dapat menentukan alasan tepat mengenai perilaku hewan peliharaan itu. Namun mereka menduga karena saat terang bulan, hewan-hewan peliharaan lebih banyak menghabiskan waktu di luar.

4. Singa membunuh saat siang hari
Singa berburu dengan baik di malam hari, tetapi terkadang akan membunuh di siang hari, terutama setelah bulan purnama.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut