Setelah Aceh, PUBG Bakal Dilarang Secara Nasional?

PUBG Mobile
Sumber :
  • U-Report

VoxPop – Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengeluarkan fatwa haram terhadap permainan Player Unknown’s Battlegrounds (PUBG) dan sejenisnya. Gayung bersambut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) pun mempertimbangkan fatwa haram skala nasional untuk gim daring tersebut. 

img_title Terminal LPG Tanjung Sekong Jaga Pasokan 40 Persen Kebutuhan LPG Nasional

Lantas, apakah PUBG dan sejenisnya akan dilarang secara nasional? 

Merespons itu, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara mengaku belum mengetahui apakah pemblokiran akan diterapkan. Ia mengatakan, butuh pembicaraan dengan pemangku kepentingan di sektor terkait. 

img_title Dorong Generasi Muda Lebih Mandiri, Ribuan Mahasiswa dan Pelaku UMKM Dikumpulkan di Bandung

"Kita belum tahu itu. Nanti harus bicara dengan stakeholder itu semua," kata Rudiantara di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin 24 Juni 2019.

Wakil Ketua MPU Aceh, Tengku Faisal Ali, sebelumnya mengatakan permainan itu mengandung unsur kekerasan dan kebrutalan, dan memberi sisi mudarat yang sangat besar. Sehingga dapat melahirkan perilaku yang tak baik bagi anak-anak.

img_title Program Listrik Desa Dinilai Perkuat Pemerataan Pembangunan Nasional

Menurutnya, efek yang cukup buruk itu, bisa membuat anak kecil jadi beringas dan bahkan dapat menghancurkan rumah tangga. Parahnya, kata Faisal, gim yang dimainkan secara live itu mendiskreditkan simbol-simbol Islam. 

"Makanya disepakati oleh seluruh anggota MPU bahwa main PUBG itu haram," ucap Faisal.

Untuk itu, fatwa haram main PUBG di Aceh disepakati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (ren)

Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

Penguatan Price Discovery Dinilai Penting demi Bangun Harga Referensi Komoditas Domestik

Guna memperkuat transparansi perdagangan komoditas nasional, Indonesia dinilai perlu untuk memperkuat mekanisme pembentukan harga (price discovery) di dalam negeri.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut