Gunung Es yang Lebih Besar dari Pulau Bali Mencair

Gunung Es A68.
Sumber :
  • Post Online Media

VoxPop – Sebuah gunung es Antartika yang sangat besar telah mencair di lautan Atlantik. Gunung Es A68 merupakan pecahan dari Lapisan Es Larsen C di Semenanjung Antartika pada 2017. Pada saat itu luasnya mencapai 2.240 mil persegi atau 5.800 kilometer persegi. Ukuran ini lebih besar dari Pulau Bali yang sebesar 5.633 kilometer persegi.

img_title Gunung Es Terbesar di Dunia Pecah Jadi Ribuan Keping, Bencana bagi Manusia?

Sejak saat itu gunung es telah menerjang Atlantik Selatan dan melengkung ke arah Pulau Georgia Selatan. Di sana suhu dan gelombang hangat memecahnya menjadi potongan-potongan besar, seperti dikutip dari situs Live Science, Minggu, 25 April 2021.

Baca: Hiu Godzilla Ratusan Juta Akhirnya Punya Nama Resmi

img_title Kekerasan Anak oleh Polisi Meningkat, Selly Gantina DPR: Fenomena Ini Ibarat Gunung Es

Nah, potongan-potongan terfragmentasi sehingga menjadi potongan kecil-kecil untuk dilacak. Pusat Nasional Es Amerika Serikat (US National Ice Center) melacak gunung es yang panjangnya 18,5 kilometer atau yang memiliki luas 68,5 kilometer persegi itu.

Bagian terbesar dari Lapisan Es Larsen C tidak lagi memenuhi syarat sebagai gunung es pada 16 April, menurut pusat data US National Ice Center. Ukurannya hanya 3 x 2 mil laut atau 5,5 x 3,7 km. Gunung Es A68 telah dipelajari dan diamati lebih dari gunung es manapun sebelumnya.

img_title Keran Impor Beras Dibuka, Pengamat Sebut Fenomena Puncak Gunung Es

Berkat citra satelit yang luas maka terlihat jelas ketika gunung es yang sangat besar ini mulai retak di bawah tekanan pergerakan. Hanya satu minggu setelah lepas dari lapisan es. Ilmuwan Bumi dapat melihat celah di es dan perbedaan suhu di air yang mengelilinginya.

Mereka menyaksikan gunung es itu terjebak di gunung bawah laut tidak jauh dari tempatnya terpecah dan kemudian berputar menuju perairan yang lebih hangat dalam arus Weddell Gyre.

Pada November 2020, Gunung Es A68 tampak akan menabrak perairan dangkal dekat Pulau Georgia Selatan, yang berpotensi memblokir akses pinguin ke laut. Tapi, Gunung Es A68 secara bertahap menjadi lembek dan retak saat gelombang menekannya. Air hangat merembes ke dalam dan memperluas retakan kecil.

Director and Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys (kiri).

Mengatasi Fenomena ‘Gunung Es’ Kekerasan Online

Aplikasi Sisternet milik XLSmart dirancang tidak hanya sebagai ruang belajar, tetapi juga sebagai ruang aman digital bagi perempuan dan juga anak mengatasi 'gunung es' ..

img_title
VoxPop.co.id
12 Februari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut