Cahaya dari Lampu Jalanan dan Ponsel Bisa Tingkatkan Risiko Diabetes

Lampu penerangan jalan.
Sumber :
  • Istimewa

VoxPop Digital – Cahaya buatan di malam hari rupanya bisa mengubah jam tubuh manusia sehingga mengganggu kemampuan tubuh untuk mengontrol kadar gula darah berdasarkan sebuah studi yang diterbitkan pada November 2022.

img_title Kasus Kematian Sutrimo yang Diduga Karumga Febrie Adriansyah Masih Misterius, Polisi Bongkar Isi Ponsel Korban

Dilansir dari The Telegraph, yang termasuk dari cahaya buatan adalah lampu jalanan, sinar dari layar ponsel, lampu mobil, serta lampu depan toko.

Penelitian ini didasarkan pada hampir 100.000 pria dan wanita di China yang terpapar cahaya buatan saat di luar sudah gelap.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Seorang wanita sedang memperhatikan layar ponsel.

Photo :
  • Pixabay

Sebanyak 28 persen partisipan lebih mungkin mengembangkan kondisi metabolisme karena gangguan cahaya pada produksi melatonin tubuh — hormon yang membantu mengatur ritme sirkadian.

img_title Diabetes Tipe 2 Tak Hanya Mengganggu Gula Darah, Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental?

Hampir sepanjang hari terkena cahaya buatan juga meningkatkan risiko yang mengganggu produksi melatonin.

Paparan kronis terhadap cahaya buatan di luar ruangan rumah dikaitkan dengan peningkatan kadar glukosa, resistensi insulin, dan prevalensi diabetes.

Tak cuma itu, paparan cahaya buatan juga berhubungan dengan fungsi sel beta memburuk yang membuat mengontrol gula darah dengan melepaskan insulin — hormon yang disimpan di pankreas.

Ilustrasi diabetes.

Photo :
  • U-Report

Penulis utama penelitian ini yaitu dr. Yu Xu dari Rumah Sakit Ruijin mengatakan, “meskipun lebih dari 80 persen populasi dunia terpapar polusi cahaya di malam hari, masalah ini masih mendapat perhatian terbatas dari para ilmuwan hingga beberapa tahun terakhir.”

Studi memperkirakan lebih dari sembilan juta kasus diabetes pada orang dewasa China dapat dikaitkan dengan masalah ini.

Sebanyak 98.658 peserta menjalani wawancara untuk mengumpulkan informasi demografis, medis, pendapatan rumah tangga, gaya hidup, pendidikan, dan riwayat keluarga.

Berat badan dan tinggi badan diukur untuk menghitung BMI — suatu ukuran yang digunakan untuk menentukan kategori berat badan seseorang dan sampel darah diambil untuk mendapatkan kadar glukosa puasa serta setelah makan.

Peserta diberi tingkat paparan cahaya luar ruangan buatan rata-rata menggunakan citra satelit. Mereka dibagi menjadi lima kelompok berdasarkan paparan tertinggi hingga terendah.

Hasilnya cukup mengejutkan. Untuk setiap 42 orang yang tinggal di kawasan dengan polusi cahaya paling banyak, setidaknya ada satu kasus diabetes yang baru.

“Paparan cahaya buatan di malam hari adalah faktor risiko lingkungan yang dialami masyarakat modern,” ujar dr. Xu.

Diabetes

Dokter Ungkap Alasan Banyak Pasien Diabetes Baru Berobat saat Komplikasi Sudah Muncul

Banyak pasien diabetes baru berobat saat komplikasi muncul. Dokter mengungkap penyebabnya, mulai dari keterlambatan diagnosis hingga rendahnya kepatuhan terapi.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut