Wanita Peneliti Kanker Payudara Ucapkan Salam dari Luar Angkasa

Rayyanah Barnawi, astronot wanita pertama asal Arab Saudi.
Sumber :
  • Al Jazeera

VoxPop Tekno – Roket Falcon 9 yang membawa astronot wanita dari Jazirah Arab pertama telah diluncurkan dalam misi ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

img_title BPS Ungkap Haji 2026 Sumbang Rp8,78 Triliun ke Ekonomi RI, Belanja Jamaah Masih Banyak Mengalir ke Arab Saudi

Rayyanah Barnawi – seorang peneliti kanker payudara dari Arab Saudi – resmi bergabung dalam misi yang dilaksanakan pada Minggu pekan lalu bersama Ali al-Qarni, seorang pilot pesawat tempur.

Kelompok ini merupakan astronot Arab Saudi pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa dalam beberapa dekade, menurut laporan Al Jazeera.

img_title Danantara Sambut Tawaran Kepemilikan Saham di Airport Madinah, Rosan: Kita Jajaki

Mereka lepas landas dengan Roket Falcon 9 milik SpaceX dari Kennedy Space Center di Cape Canaveral, Amerika Serikat (AS) bagian selatan pada pukul 17:37 waktu setempat.

Astronot wanita pertama asal Arab Saudi (kiri)

Photo :
  • Al Jazeera
img_title Tak Hanya Masyarakat RI, Istana Ungkap WN AS hingga Arab Saudi Ikut War Tiket Upacara HUT ke-81

Tim tersebut juga termasuk Peggy Whitson, mantan astronot NASA yang akan melakukan penerbangan keempatnya ke ISS, dan John Shoffner, seorang pengusaha dari Tennessee yang menjabat sebagai pilot.

Keempatnya harus mencapai ISS dalam kapsul mereka pada Senin pagi, 22 Mei 2023 dan akan menghabiskan lebih dari satu minggu di sana sebelum kembali ke Bumi dengan pendaratan di lepas pantai Negara Bagian Florida, AS bagian selatan.

“Halo dari luar angkasa! Rasanya luar biasa melihat Bumi dari kapsul ini,” kata Rayyanah Barnawi usai mengorbit. Disponsori oleh Pemerintah Arab Saudi, peneliti kanker payudara itu mengaku senang dan merupakan sebuah kehormatan besar menjadi astronot wanita Arab Saudi pertama yang melakukan perjalanan ke luar angkasa.

Sementara pilot pesawat tempur Ali al-Qarni mengaku selalu memiliki hasrat untuk menjelajahi yang tidak diketahui dan hanya mengagumi langit dan bintang-bintang.

“Ini adalah kesempatan besar bagi saya untuk mengejar hasrat yang saya miliki, dan sekarang mungkin terbang di antara bintang-bintang,” katanya.

Astronot Arab Saudi ini adalah yang pertama dari negara mereka yang terbang dengan roket sejak seorang Pangeran Arab Saudi melakukan perjalanan dengan pesawat ulang-alik Discovery pada 1985.

Dalam kekhasan waktu, mereka akan disambut di ISS oleh seorang astronot dari Uni Emirat Arab (UEA). Misi tersebut adalah penerbangan pribadi kedua ke ISS yang diselenggarakan oleh Axiom Space yang berbasis di Houston, AS.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut