Ilmuwan Temukan Gaya Diet Baru yang Cocok untuk Negara Berkembang
- Freepik
Jakarta – Sebuah studi baru menemukan bahwa susu murni, juga termasuk keju, yogurt utuh, dan susu, dapat membantu mencegah serangan jantung, stroke, dan penyakit kardiovaskular lainnya.
Terlebih lagi, penelitian tersebut menemukan bahwa daging merah yang tidak diolah “juga dapat menjadi bagian dari diet yang sehat.”
Itu adalah hasil mengejutkan dari para ahli yang membuat peringkat diet bernama Prospective Urban and Rural Epidemiological Healthy Diet Score atau PURE.
Diet PURE menemukan enam kelompok makanan, yaitu buah-buahan, sayuran, polong-polongan, kacang-kacangan, ikan, dan susu murni, yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung.
Dan ada ruang dalam diet sehat untuk biji-bijian dan daging yang tidak diproses (seperti daging babi dan sapi, bukan bacon atau salami).
Ilustrasi menu hidangan diet
- Dokumentasi Fit Company
“Makanan rendah lemak telah menjadi pusat perhatian public dengan label nutrisi yang berfokus pada pengurangan lemak dan lemak jenuh,” jelas Dr. Andrew Mente, penulis studi dan asisten profesor di Universitas McMaster di Kanada, mengatakan dalam rilis berita New York Post.
Namun, "hasil kami menunjukkan bahwa hingga dua porsi susu sehari, terutama lemak utuh, dapat dimasukkan ke dalam diet sehat," tuturnya. Diet PURE, yang baru saja diterbitkan dalam European Heart Journal, didasarkan pada enam blok berikut:
Buah: 2 hingga 3 porsi setiap hari
Sayuran: 2 hingga 3 porsi setiap hari
Legum (buncis, lentil, kacang polong): 3 hingga 4 porsi setiap minggu
Kacang: 7 porsi setiap minggu
Ikan: 2 hingga 3 porsi setiap minggu
Susu: 2 porsi setiap hari
"Ikan dalam jumlah sedang dan susu murni dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah," kata Mente. "Hasil kesehatan yang sama dapat dicapai dengan konsumsi biji-bijian dan daging dalam jumlah sedang, asalkan itu adalah biji-bijian utuh dan daging yang tidak diproses."
Diet PURE berbeda dari diet sehat lainnya, seperti diet Mediterania, karena dikembangkan menggunakan informasi dari ekonomi Barat yang lebih kaya serta dari negara-negara yang berpenghasilan rendah atau negara berkembang.
Data yang digunakan dalam analisis PURE mencakup 147.642 orang dari populasi umum 21 negara di lima benua. “Sejauh ini, ini merupakan studi nutrisi dan kesehatan yang paling beragam di dunia dan satu-satunya dengan representasi yang cukup dari negara berpenghasilan tinggi, menengah, dan rendah,” kata Mente.
