Mitos atau Fakta, Nasi Putih Mengandung Banyak Gula?

Nasi putih.
Sumber :
  • Eat This

Jakarta – Nasi putih adalah makanan pokok yang umumnya dikonsumsi di seluruh dunia, terutama di banyak negara Asia. Namun, selama beberapa tahun terakhir, telah muncul klaim bahwa nasi putih mengandung banyak gula dan dapat berdampak negatif pada kesehatan.

img_title Stop Makan Nasi Putih Tapi Gula Darah Masih Melonjak? Atasi dengan Mengikuti Saran dr Zaidul Akbar

Nah, kali ini VoxPop Tekno akan membagikan mitos ini dan memisahkan antara fakta dan spekulasi yan dilansir dari jurnal hsph.harvard berjudul White Rice and Other White Charbohydrates sebagai berikut:

NAsi putih

Photo :
  • Eat This

1. Kandungan Gula dalam Nasi Putih

Nasi putih adalah jenis nasi yang dikenal memiliki kandungan amilosa yang tinggi, yang merupakan salah satu jenis karbohidrat kompleks. Karbohidrat kompleks seperti amilosa sebenarnya terdiri dari rantai glukosa yang panjang, bukan gula sederhana (sukrosa). Ini berarti nasi putih mengandung karbohidrat kompleks, bukan gula seperti yang sering disalahpahami.

2. Indeks Glikemik

Meskipun nasi putih mengandung karbohidrat kompleks, itu memiliki indeks glikemik yang tinggi. Ini berarti nasi putih dapat meningkatkan kadar gula darah lebih cepat daripada makanan dengan indeks glikemik yang lebih rendah. Namun, ini tidak berarti nasi putih mengandung gula dalam bentuk sukrosa atau fruktosa seperti yang terdapat dalam makanan manis atau minuman bersoda.

3. Mitos yang Dikaitkan dengan Nasi Putih

Klaim yang mengatakan bahwa nasi putih mengandung banyak gula biasanya salah paham atau tidak tepat. Ini adalah salah satu mitos nutrisi yang dapat mengakibatkan konfusi tentang makanan sehat. Nasi putih adalah sumber karbohidrat yang penting dan dapat menjadi bagian dari diet seimbang ketika dikonsumsi dengan bijak.

Nasi putih.

Photo :
  • Pixabay/pexels

Nasi putih adalah sumber karbohidrat kompleks dan bukan sumber gula sederhana. Mitos yang mengklaim bahwa nasi putih mengandung banyak gula sebaiknya dihindari karena dapat mengaburkan pemahaman tentang pentingnya karbohidrat dalam diet.

Namun, karena indeks glikemiknya yang tinggi, disarankan untuk mengonsumsi nasi putih dengan porsi yang seimbang dan menggabungkannya dengan sumber protein dan serat lainnya untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Ditjen Perkebunan Kementan meningkatkan ekstensifikasi dan intensifikasi tebu

Pemerintah Wajibkan Industri Gula Punya Kebun Tebu Sendiri, Asosiasi Petani Buka Suara

Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Soemitro Samadikoen menilai, aturan tersebut sulit direalisasikan dalam waktu dekat.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut