Kecerdasan Buatan bikin Geregetan
- IT PRO
Google Bard.
Sejauh ini, hal ini terjadi tanpa adanya persetujuan tertulis dari penulis, ilustrator, atau fotografer yang karyanya dipakai begitu saja.
Banyak pemegang hak cipta melihat hal ini sebagai pelanggaran terhadap hak cipta mereka, dan mereka bertekad memperjuangkannya.
Pada akhir Desember 2023, New York Times mengumumkan akan menuntut OpenAI dan Microsoft. Surat kabar tersebut menuduh kedua perusahaan di balik ChatGPT ini telah menggunakan jutaan artikel mereka dengan tidak selayaknya.
OpenAI juga digugat oleh sekelompok penulis terkemuka Amerika Serikat (AS), termasuk John Grisham dan Jonathan Franzen.
Prosesnya masih berlanjut di pengadilan. Agen foto Getty Images juga menggugat perusahaan kecerdasan buatan, Stability AI, yang berada di balik sistem pembuatan gambar Stable Diffusion.
Keputusan pertama pengadilan terkait hal ini diperkirakan akan dikeluarkan tahun ini. Keputusan tersebut dapat memberikan informasi berharga tentang bagaimana undang-undang hak cipta yang ada saat ini harus disesuaikan dengan era AI.
Microsoft Bing.
- Getty Images
Dengan latar belakang seperti yang telah disebutkan di atas, para ahli sepakat bahwa: 'sama seperti mobil yang harus dilengkapi sabuk pengaman, teknologi AI juga perlu diatur'.
Setelah negosiasi selama bertahun-tahun, UE menyetujui undang-undang AI pada Desember 2023. Ini adalah paket legislatif komprehensif pertama di dunia yang khusus membahas kecerdasan buatan.
Di 2024, semua perhatian akan tertuju pada regulator Eropa untuk melihat apakah mereka menegakkan peraturan baru ini. Sudah ada diskusi yang lebih panas mengenai apakah dan bagaimana aturan-aturan ini bisa diterapkan secara retrospektif.
"Masalahnya ada pada rinciannya. Dan kita harus bersiap menghadapi perdebatan panjang baik di UE maupun AS mengenai implementasi praktis dari undang-undang baru ini," jelas Léa Steinacker.
