Mengapa Kepercayaan Diri Bisa Hilang Saat Bermain Media Sosial? Ini Penjelasan Berdasarkan Psikologi dan Cara Atasinya

Kepercayaan Diri Bisa Hilang Saat Bermain Media Sosial.
Sumber :
  • shutterstock

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal Wacana menemukan hubungan negatif yang signifikan antara tingkat kepercayaan diri dengan intensitas penggunaan media sosial.

img_title Penegasan Prabowo Terima Masukan Masyarakat: Jangankan Profesor, Usul dari Anak di Desa Lewat Tiktok Ditindaklanjuti

3. Validasi Eksternal dan Ketergantungan pada Pengakuan Online

Banyaknya Likes, komentar, dan pengakuan positif di media sosial dapat memberikan dorongan sementara pada kepercayaan diri.

img_title Belajar dari Kasus Taufik Hidayat di Bandung, Saat Cemburu Berubah Jadi Kekerasan yang Menghancurkan Hidup

Akan tetapi ketergantungan pada validasi eksternal ini dapat menjadi masalah ketika pengakuan tersebut tidak datang, mengakibatkan penurunan kepercayaan diri dan perasaan tidak berharga.

keterikatan pengguna secara terus-menerus pada media sosial dapat memicu krisis kepercayaan diri.

img_title Taufik Hidayat Disebut Bermasalah Sejak Kecil, Psikolog Ungkap Ciri-Ciri Pasangan Temperamen yang Perlu Diwaspadai

Dilansir Halodoc, penggunaan media sosial yang berlebihan dapat menyebabkan kecanduan, yang mempengaruhi kesehatan mental.

Kecanduan ini dapat memicu sistem penghargaan otak untuk terus mencari kepuasan melalui interaksi online, yang pada akhirnya dapat mengganggu keseimbangan emosional dan menurunkan kepercayaan diri.

4. Fear of Missing Out (FOMO)

Fenomena FOMO, atau ketakutan akan ketinggalan, sering diperparah oleh media sosial. Melihat orang lain menikmati pengalaman tertentu dapat membuat individu merasa tertinggal, yang dapat menurunkan kepercayaan diri dan meningkatkan kecemasan.

Artikel di Alodokter menyebutkan bahwa media sosial dapat menyebabkan depresi dan kecemasan akibat perasaan tertinggal.

5. Cyberbullying dan Komentar Negatif

Media sosial dapat menjadi platform untuk bullying dan komentar negatif. Paparan terhadap kritik atau pelecehan online dapat merusak harga diri dan membuat individu merasa tidak aman, yang berdampak negatif pada kepercayaan diri.

Sebuah artikel di GoodStats menyebutkan bahwa kepercayaan diri yang menurun dan kecenderungan untuk membandingkan diri dengan standar di media sosial memberikan tekanan pada mental milenial dan Gen Z.

Cara Mengatasinya

Untuk mengatasi dampak negatif dari media sosial terhadap kepercayaan diri, menurut sebuah artikel di Psychology Today, langkah-langkah seperti berlatih mindfulness dan fokus pada pencapaian pribadi daripada membandingkan diri dengan orang lain, terbukti efektif dalam mengurangi dampak buruk media sosial terhadap rasa percaya diri.

Selain itu, membangun jaringan dukungan sosial di dunia nyata juga dapat menjadi cara ampuh untuk meningkatkan rasa percaya diri di tengah tekanan dunia digital.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut