Membongkar Kacamata Pintar untuk Rekam Video: Di Balik Kemudahannya Tersimpan Risiko Penyalahgunaan
- http://www.didno76.com/
Kemajuan teknologi tidak selalu diikuti dengan meningkatnya kesadaran etika.
Meskipun secara teknis seseorang mampu merekam dengan mudah menggunakan smart glasses, bukan berarti semua situasi layak direkam. Mengambil gambar seseorang yang sedang bekerja, berinteraksi, atau berada dalam situasi pribadi tanpa persetujuan dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, bahkan berpotensi merugikan pihak yang direkam.
Di era media sosial, dorongan untuk membuat konten viral sering kali membuat batas etika menjadi kabur. Karena itu, para ahli literasi digital terus mengingatkan bahwa prinsip consent atau persetujuan tetap harus menjadi dasar sebelum merekam dan memublikasikan seseorang.
Kacamata pintar merupakan salah satu inovasi yang menunjukkan bagaimana teknologi dapat membuat aktivitas sehari-hari menjadi lebih praktis. Perangkat ini menawarkan manfaat besar untuk dokumentasi, pekerjaan profesional, hingga pembuatan konten kreatif.
Namun, kasus yang mencuat di GIIAS 2026 menunjukkan bahwa kemudahan tersebut juga membawa tanggung jawab yang tidak kecil. Teknologi seharusnya digunakan untuk membantu manusia, bukan mengabaikan hak privasi atau martabat orang lain.
