Kacamata Pintar Sedang Mengalami Revolusi Besar, AI Menjadi Alasan Utama Banyak Orang Mulai Melirik Wearable

Ilustrasi teknologi kacamata pintar
Sumber :
  • Gemini AI

Kacamata pintar modern tidak hanya digunakan untuk mengambil gambar.

img_title Link Video Mesum 'Yang Wes Yang' Viral di Media Sosial, Ini Ancaman Hukuman Bagi yang Menyebarkan

Berbagai fitur berbasis AI kini mampu membantu pengguna dalam aktivitas sehari-hari, seperti:

  • Mengambil foto dan video secara hands-free.
  • Menerjemahkan bahasa secara langsung.
  • Mengenali objek maupun lokasi.
  • Memberikan petunjuk arah melalui suara.
  • Membantu mengingat jadwal dan aktivitas.
  • Menjawab pertanyaan berdasarkan lingkungan sekitar.
img_title Mengupas Aplikasi Transformasi Digital UMKM, Inovasi yang Membantu Pelaku Usaha Bertahan di Tengah Persaingan

Konsep tersebut membuat smart glasses semakin relevan, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan.

Industri Besar Berlomba Mengembangkan AI Glasses

img_title Nasib Pelajar Wanita di Video Mesum 'Yang Wes Yang': Malu hingga Mundur dari Sekolahnya

Salah satunya datang dari Rokid, kacamata pintar yang memperkenalkan bagaimana teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam perangkat wearable dapat mendukung produktivitas, komunikasi, dan transformasi digital di berbagai sektor.

Mereka menghadirkan teknologi AI dapat membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari penerjemahan bahasa secara real-time, akses informasi secara hands-free, hingga pemanfaatan AI Assistant untuk mendukung pekerjaan secara lebih efisien.

Tidak Hanya untuk Konsumen, tetapi Juga Dunia Profesional

Revolusi smart glasses juga mulai merambah sektor profesional.

Perangkat ini digunakan untuk membantu teknisi lapangan, tenaga kesehatan, pekerja industri, hingga pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas.

Meta mengungkapkan bahwa AI wearable mampu membantu penyandang disabilitas netra mengenali lingkungan sekitar, membaca informasi visual, serta meningkatkan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari melalui fitur AI berbasis kamera dan suara.

Hal tersebut menunjukkan bahwa smart glasses bukan sekadar perangkat hiburan, tetapi juga memiliki nilai praktis dalam berbagai bidang.

Tantangan Privasi Masih Menjadi Sorotan

Di balik berbagai inovasi tersebut, smart glasses tetap menghadapi tantangan besar terkait privasi.

Kemampuan merekam video dan mengambil foto secara cepat menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi perekaman tanpa izin di ruang publik. Sejumlah pakar menilai regulasi dan edukasi penggunaan perlu berkembang seiring meningkatnya adopsi perangkat ini. Meta sendiri menyatakan bahwa perangkatnya dilengkapi lampu indikator perekaman (capture LED) yang dirancang agar orang di sekitar mengetahui ketika kamera sedang aktif.

Karena itu, perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan perlindungan privasi serta penggunaan yang bertanggung jawab.

Kacamata pintar tengah mengalami transformasi besar berkat kemajuan AI. Perangkat yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai kamera wearable kini berkembang menjadi asisten digital yang mampu memahami konteks, membantu produktivitas, menerjemahkan bahasa, hingga mendukung kebutuhan aksesibilitas.

Artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.

AI Tak Cukup, Masa Depan Dunia Kerja Tetap Bergantung pada Manusia

Kehadiran kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI) memang mulai mengubah cara perusahaan bekerja. Berbagai tugas kini bisa diselesaikan lebih cepat.

img_title
VoxPop.co.id
6 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut