Membongkar Cara Kerja Kacamata Pintar Saat Merekam Video, dari Tombol Rekam hingga Transfer Data
- Gemini AI
Kamera pada kacamata pintar modern bahkan dapat melakukan penyesuaian terhadap lingkungan secara otomatis. Pada perangkat Meta Ray-Ban Display, misalnya, sistem kamera disebut dapat menyesuaikan diri dengan kondisi sekitar untuk menghasilkan tangkapan foto dan video yang konsisten.
3. Mikrofon Ikut Merekam Suara
Video tidak hanya membutuhkan gambar. Suara juga harus ditangkap secara bersamaan.
Ray-Ban Meta generasi awal menggunakan susunan lima mikrofon yang dirancang untuk menangkap suara dari berbagai arah ketika pengguna merekam video. Meta menjelaskan bahwa sistem tersebut dirancang agar suara dari depan, samping, belakang, bahkan bagian atas dapat terekam secara lebih imersif.
Konsep ini penting karena posisi mikrofon berada di sekitar kepala pengguna. Sistem harus memproses suara lingkungan dari posisi yang berbeda agar audio tetap terdengar sesuai dengan perspektif video.
Dengan demikian, kacamata pintar sebenarnya bekerja seperti perangkat kamera mini yang menggabungkan sensor gambar dan sistem audio dalam ruang yang sangat terbatas.
4. Lampu Indikator Menjadi Penanda Perekaman
Salah satu komponen penting pada kacamata berkamera adalah indikator visual.
Ketika kamera digunakan untuk mengambil gambar atau merekam video, lampu indikator digunakan untuk memberi tahu orang di sekitar bahwa kamera sedang aktif. Pada Meta Ray-Ban Display, misalnya, capture LED menyala untuk menunjukkan bahwa kacamata sedang digunakan untuk mengambil foto atau merekam video.
Fitur tersebut bukan sekadar aksesori. Kehadiran kamera pada benda yang terlihat seperti kacamata biasa menimbulkan persoalan privasi yang berbeda dibandingkan kamera smartphone. Karena itu, indikator perekaman menjadi bagian penting dari desain perangkat.
5. Video Tidak Langsung Berpindah ke Smartphone
Setelah proses perekaman selesai, file video tidak serta-merta berada di galeri smartphone.
Pada sistem Ray-Ban Meta, media yang direkam terlebih dahulu tersimpan pada perangkat kacamata. Pengguna kemudian dapat mengimpornya ke smartphone melalui aplikasi pendamping Meta AI. Meta menjelaskan bahwa media yang direkam dapat tetap tersimpan secara privat di kacamata sampai pengguna memilih untuk mengimpornya ke smartphone.
Hal ini menjelaskan mengapa kacamata pintar tetap dapat digunakan untuk merekam ketika smartphone tidak sedang dipegang.
