Heboh Video Mama-Mama Papua Diduga Disiksa dengan Digantung, TNI Turun Tangan
- U-Report
Jakarta, VoxPop – Video yang memperlihatkan sejumlah mama-mama Papua diduga menjadi korban penyiksaan dengan cara digantung menggegerkan media sosial.
Rekaman itu memicu kecaman karena menampilkan jeritan para perempuan yang diduga mengalami kekerasan, sementara beberapa orang tampak mengelilingi mereka.
Narasi yang beredar menyebut para korban dituduh membawa racun dan menjadi sasaran kekerasan yang diduga dilakukan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Meski demikian, informasi tersebut hingga kini belum dapat dipastikan kebenarannya.
Merespons video yang viral itu, Komando Operasi TNI Habema langsung melakukan penelusuran untuk memastikan fakta di balik rekaman yang beredar luas di masyarakat.
Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Infanteri M. Wirya Arthadiguna mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait video tersebut.
"Benar, sementara lagi didalami tim," kata Wirya kepada wartawan, Kamis, 16 Juli 2026.
Dalam video yang beredar, terdengar suara rintihan kesakitan dari para perempuan yang diduga menjadi korban. Rekaman itu juga memperlihatkan beberapa orang berada di sekitar lokasi, namun belum diketahui secara pasti kapan dan di mana peristiwa tersebut terjadi.
Akun media sosial yang pertama kali mengunggah video itu meminta aparat mengusut insiden tersebut apabila informasi yang beredar terbukti benar.
"Peristiwa ini memicu keprihatinan publik. Apabila informasi tersebut benar, berbagai pihak berharap insiden ini dapat diusut secara menyeluruh dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai hukum yang berlaku," tulis akun tersebut.
Wirya menegaskan, apabila pelaku dalam video tersebut benar merupakan kelompok OPM, tindakan itu menunjukkan kekejaman yang selama ini kerap dilakukan terhadap masyarakat sipil di Papua.
"Iya sangat keji dan biadab, OPM itu tidak manusiawi," ucapnya.
Meski begitu, Koops TNI Habema belum menyimpulkan isi video tersebut. Pendalaman masih dilakukan untuk memastikan lokasi kejadian, waktu peristiwa, hingga pihak-pihak yang terlibat sebelum memberikan keterangan lebih lanjut kepada publik.
