Masa Depan Robot Humanoid Mulai Dipertaruhkan

Ilustrasi robot humanoid.
Sumber :
  • Shutterstock

FCC menjelaskan bahwa aturan tersebut terutama berdampak pada perangkat yang membutuhkan otorisasi baru. Peralatan yang termasuk dalam kategori covered equipment dilarang mendapatkan otorisasi FCC, kecuali mendapatkan pengecualian atau Conditional Approval.

img_title Menhub Pede Rusia dan China Bakal Investasi di Proyek Trans-Kalimantan

Pemerintah AS juga menyediakan mekanisme bagi produsen asing untuk meminta evaluasi. Untuk robot canggih, produsen dapat mengajukan perangkatnya agar dinilai apakah memenuhi persyaratan keamanan dan dapat memperoleh persetujuan bersyarat.

Artinya, pintu masuk bagi teknologi asing belum sepenuhnya tertutup. Namun, produsen harus melewati proses tambahan yang dapat membuat strategi mereka untuk memasuki pasar AS menjadi lebih kompleks.

img_title BRIN Jawab Kekhawatiran Kebocoran Data dalam Proyek Satelit Lampung-1

China Menjadi Salah Satu Negara yang Paling Terdampak

Meskipun keputusan FCC menggunakan kategori foreign-produced, kebijakan tersebut dipandang memiliki dampak besar terhadap industri teknologi China.

img_title BRIN Klaim Teknologi ANG Bisa Hemat Subsidi LPG hingga Rp26 Triliun per Tahun

China merupakan salah satu pusat perkembangan robot humanoid dunia. Sejumlah perusahaan di negara tersebut telah mengembangkan robot dengan kemampuan berjalan, membawa benda, melakukan pekerjaan fisik, serta menjalankan tugas berbasis AI.

Reuters melaporkan bahwa perusahaan seperti Unitree berpotensi terdampak oleh kebijakan baru tersebut. Unitree merupakan salah satu pemain penting dalam industri robot humanoid dan sebelumnya telah membangun kerja sama dengan Nvidia untuk pengembangan kemampuan AI pada robot.

Di sisi lain, pemerintah China menolak kebijakan tersebut. Beijing menilai langkah Amerika Serikat mendiskriminasi perusahaan China dan memperingatkan kemungkinan tindakan balasan jika pembatasan tersebut terus diberlakukan.

Keputusan FCC menunjukkan bahwa perkembangan robot humanoid mulai memasuki wilayah yang jauh lebih kompleks. Persaingan tidak lagi hanya mengenai siapa yang memiliki robot paling pintar, cepat, atau murah.
Kini, asal produksi, keamanan data, rantai pasok, dan kemampuan perangkat untuk terhubung dengan jaringan juga menjadi faktor penting.

Bagi perusahaan robotika, pasar Amerika Serikat merupakan salah satu pasar strategis. Pembatasan tersebut dapat mendorong produsen mencari lokasi produksi alternatif, meningkatkan standar keamanan, atau membangun rantai pasok yang lebih dekat dengan pasar AS.

Sementara bagi Amerika Serikat, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat industri teknologi domestik sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap perangkat asing yang dianggap berisiko.
Dengan demikian, masa depan robot humanoid memang mulai dipertaruhkan. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut