Blockchain Kini Tak Hanya untuk Kripto

Ilustrasi blockchain.
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Jakarta, VoxPop – Selama ini teknologi blockchain lebih dikenal sebagai fondasi aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum. Namun, pemanfaatannya kini semakin luas dan mulai menyentuh instrumen investasi konvensional, salah satunya Exchange Traded Fund (ETF) atau reksa dana yang diperdagangkan di bursa.

img_title Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

Laporan berbagai lembaga riset dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa tokenisasi aset (asset tokenization) menjadi salah satu tren yang berkembang di industri keuangan. Konsep ini memungkinkan aset dunia nyata, mulai dari obligasi, saham, hingga ETF, direpresentasikan dalam bentuk token digital yang diperdagangkan melalui jaringan blockchain.

Salah satu inovasi yang mulai menarik perhatian adalah tokenized ETF. Dikutip dari Pintu Academy, Minggu, 9 Agustus 2026, tokenized ETF merupakan representasi kepemilikan ETF dalam bentuk token digital yang diterbitkan di blockchain. Nilainya mengikuti pergerakan ETF yang menjadi aset dasar, seperti indeks S&P 500 maupun Nasdaq-100.

img_title Bitcoin Sentuh US$65.500, Investor Perlu Cermati Sederet Faktor Fundamental yang Pengaruhi Pasar Kripto

Dengan mekanisme tersebut, investor tidak perlu lagi membuka rekening di broker luar negeri untuk mendapatkan eksposur terhadap sejumlah ETF global. Akses investasi dapat dilakukan melalui platform yang menyediakan aset hasil tokenisasi, bahkan dengan nominal yang relatif kecil.

Perkembangan pasar tokenized ETF juga menunjukkan tren yang positif. Hingga Juni 2026, kapitalisasi pasarnya telah mencapai sekitar US$150 juta atau melonjak hampir 400 persen dibandingkan September 2025. Pertumbuhan tersebut mencerminkan meningkatnya minat terhadap teknologi tokenisasi dalam industri investasi.

img_title Investasi Bitcoin vs Emas, Mana yang Bikin Cepat Kaya? Begini Perbandingan Keuntungan dan Risikonya

Secara umum terdapat dua pendekatan yang digunakan dalam tokenized ETF. Model pertama adalah synthetic, yaitu token yang hanya mengikuti pergerakan harga ETF menggunakan instrumen derivatif tanpa memiliki aset dasarnya. Sementara model regulated atau native menerbitkan token yang mewakili klaim atas ETF yang benar-benar dimiliki dan disimpan oleh kustodian.

Keunggulan lain yang ditawarkan teknologi blockchain terletak pada proses penyelesaian transaksi (settlement). Pada perdagangan ETF konvensional, perpindahan kepemilikan biasanya mengikuti mekanisme T+2, sehingga transaksi baru dinyatakan selesai dua hari kerja setelah dilakukan.

Sebaliknya, tokenized ETF memanfaatkan sistem atomic settlement, yakni perpindahan aset dan pembayaran yang berlangsung hampir bersamaan dalam satu transaksi blockchain. Proses ini dinilai mampu mempercepat penyelesaian transaksi sekaligus mengurangi risiko gagal bayar antar-pihak.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut