Blockchain Kini Tak Hanya untuk Kripto

Ilustrasi blockchain.
Sumber :
  • freepik.com/freepik

Blockchain juga membuka peluang kepemilikan fraksional (fractional ownership). Investor tidak lagi harus membeli satu unit ETF secara utuh, melainkan dapat memiliki sebagian kecil aset sesuai kemampuan modal yang dimiliki.

img_title Influencer Kripto Harus Sertifikasi Dinilai Bikin Ekosistem Kripto Lebih Sehat

Selain itu, perdagangan tokenized ETF umumnya tersedia selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam seminggu, meski beberapa platform masih menerapkan skema 24 jam selama lima hari. Kondisi tersebut berbeda dengan ETF konvensional yang hanya dapat diperdagangkan ketika bursa saham sedang beroperasi.

Meski menawarkan sejumlah keunggulan, tokenized ETF tetap memiliki risiko yang perlu dipahami. Pada sebagian besar produk yang beredar saat ini, investor umumnya tidak memiliki kepemilikan langsung atas saham atau ETF yang menjadi aset dasar, melainkan memiliki klaim terhadap kustodian atau special purpose vehicle (SPV) yang menyimpan aset tersebut.

img_title OJK Catat Nilai Transaksi Kripto Mei 2026t Naik Jadi Rp 23,01 Triliun

Di sisi lain, aspek teknologi juga menjadi perhatian. Seluruh transaksi dijalankan menggunakan smart contract, sehingga kesalahan pemrograman maupun celah keamanan berpotensi menimbulkan kerugian apabila tidak didukung proses audit yang memadai. Likuiditas pun dapat terfragmentasi karena aset yang sama diperdagangkan di berbagai blockchain atau platform dengan harga yang tidak selalu identik.

Meski masih berada pada tahap awal adopsi, tokenisasi ETF menunjukkan bagaimana blockchain mulai berevolusi dari teknologi yang identik dengan aset kripto menjadi infrastruktur baru bagi industri keuangan. Jika regulasi dan ekosistemnya terus berkembang, teknologi ini berpotensi memperluas akses masyarakat terhadap instrumen investasi global dengan cara yang lebih fleksibel dan efisien.

img_title UU P2SK Dinilai Bisa Perkuat Daya Saing hingga Kedaulatan Ekosistem Kripto RI, Ini Alasannya
Aset kripto.

Ekosistem Kripto dan Blockchain Bisa Diperkuat Pemahaman Quantum Computing, Ini Penjelasannya

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan bahwa pembahasan mengenai quantum computing perlu dipandang sebagai bagian dari upaya bangun ekoisistem kripto.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut