Roblox Dilarang? Ini Alasan di Balik Keputusan Mengejutkan yang Heboh di Media Sosial

Roblox diblokir.
Sumber :
  • VCGames

Jakarta, VoxPop – Dalam beberapa bulan terakhir, nama Roblox menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai negara. Platform permainan daring yang sangat populer di kalangan anak-anak ini tiba-tiba masuk dalam daftar aplikasi yang diblokir atau dibatasi di sejumlah wilayah.

img_title Kapolri Tegaskan Seluruh Pihak Siap Bekerja Sama Jaga Keamanan HUT ke-81 RI

Keputusan tersebut memicu kehebohan besar di media sosial, terutama karena Roblox selama ini dianggap sebagai ruang bermain kreatif dan aman bagi anak-anak. Namun, apa sebenarnya alasan di balik pelarangan ini, dan bagaimana dampaknya bagi pengguna di seluruh dunia?

Roblox.

Photo :
  • Trusted Reviews
img_title Usai Viral Libatkan Anak Promosikan Vape, Bigmo Bakal Dipanggil Polda Metro Jaya

Roblox adalah platform game online yang memungkinkan penggunanya membuat permainan sendiri maupun memainkan game buatan orang lain. Karena sifatnya yang terbuka, Roblox berkembang pesat dan memiliki jutaan pemain aktif, terutama dari kelompok usia anak dan remaja.

Namun popularitas besar ini juga membawa sejumlah kekhawatiran, terutama terkait keamanan pengguna muda serta jenis konten yang beredar di dalamnya.

img_title 4 Anak yang Diduga Diajak Bigmo Promosikan Vape Hingga Orang Tuanya Diperiksa Polisi

Sejumlah negara mulai mengambil langkah tegas dengan memblokir atau membatasi akses ke Roblox. Salah satu negara yang membuat keputusan paling mencolok adalah Rusia, yang secara resmi melarang platform ini. Otoritas setempat menilai Roblox memuat konten yang dianggap ekstrem, tidak sesuai dengan nilai moral negara tersebut, dan berpotensi membahayakan perkembangan anak.

Pemerintah Rusia mengklaim bahwa terdapat game dan aktivitas di dalam Roblox yang menggambarkan kekerasan, tindakan terorisme, hingga materi yang dianggap bertentangan dengan norma sosial mereka.

Tidak hanya Rusia, negara-negara lain seperti Qatar, Irak, dan Turki juga telah menerapkan pembatasan atau pemblokiran. Di beberapa wilayah Timur Tengah, alasan yang digunakan kurang lebih sama, yaitu kekhawatiran terhadap keamanan anak, nilai sosial, dan kesulitan dalam melakukan moderasi konten yang dibuat pengguna.

Dalam beberapa kasus, fitur komunikasi seperti chat suara dan teks bahkan dinonaktifkan secara total untuk mencegah potensi penyalahgunaan, terutama oleh pihak yang berniat melakukan pendekatan berbahaya terhadap anak-anak.

Isu utama yang sering disebut adalah risiko eksploitasi anak. Roblox sebagai platform sosial memungkinkan interaksi antar pemain dari berbagai negara, sehingga memunculkan peluang terjadinya tindakan grooming atau pendekatan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut