Bukan Sekadar Game Anak: Mod Roblox Justru Bisa Bahayakan Data Pribadi Kamu!

Roblox diblokir.
Sumber :
  • VCGames

Jakarta, VoxPop – Apa yang tampak seperti modifikasi game Roblox yang sepele justru bisa menjadi ancaman serius bagi keamanan data tak hanya data pribadi pemain, tetapi juga akses ke jaringan dan sistem perusahaan.

img_title Masih Ingat Game Snake? Permainan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Sejarah Industri Mobile Gaming

Fenomena ini menunjukkan bahwa malware bertopeng mod game kini menjadi jalur infeksi yang sangat efektif bagi pelaku kejahatan siber.

Roblox.

Photo :
  • Istimewa
img_title Di Balik Penantian GTA 6 Selama Bertahun-Tahun, Ada Perubahan Besar yang Sedang Disiapkan Rockstar

Insiden seperti ini sering dimulai dari hal yang tampak sederhana: seorang anak atau remaja yang ingin meningkatkan performa game Roblox, mengunduh mod atau alat tambahan dari sumber tak resmi, seperti video YouTube yang menjanjikan “peningkat FPS” atau executor gratis untuk Roblox.

Namun di balik nama dan tampilan file yang menjanjikan, sejumlah file tersebut ternyata membawa infostealer malware program berbahaya yang mencuri data dari komputer tanpa terlihat.

img_title 7 Game Terbaru Viral 2026, Evolusi Teknologi yang Membuat Pengalaman Bermain Semakin Imersif dan Kompetitif

Mod atau alat bantu untuk Roblox biasanya dikemas dalam file ZIP dan menawarkan fitur seperti “menambah FPS”, “cheat”, atau “executor” untuk menjalankan script. Namun, setelah diekstrak dan dijalankan, program tersebut tidak bekerja seperti yang dijanjikan. Alih-alih meningkatkan permainan, file ini langsung mengaktifkan malware yang mencuri data.

Infostealer ini mampu mengambil data penting dari komputer, seperti:

  1. password yang tersimpan di browser
  2. token sesi dan cookie autentikasi
  3. kredensial akun Gmail, Discord, Steam, dan layanan lainnya

Data yang dicuri kemudian dikemas menjadi stealer log dan sering dijual di pasar gelap internet. Hal ini membuat pengguna yang mengunduh mod “gratis” justru kehilangan kendali atas identitas digital mereka.

Penelitian ancaman siber menunjukkan bahwa lebih dari 40 persen infostealer malware berasal dari file terkait gaming, seperti cheat, mod, atau game bajakan.

Masalahnya menjadi lebih serius ketika perangkat yang terinfeksi digunakan untuk pekerjaan atau terhubung ke jaringan perusahaan. Banyak pekerja kini mengakses email, VPN, dan layanan cloud dari laptop yang sama dengan perangkat pribadi.

Setelah berhasil mencuri data, pelaku biasanya menjualnya melalui forum gelap atau layanan berlangganan. Ada model bisnis yang dikenal sebagai Stealer-as-a-Service, di mana pembeli bisa mendapatkan data hasil curian dengan biaya tertentu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut