Treatment Filler Wajah Makin Digandrungi, Hati-Hati Jangan Sampai Gagal!
- Freepik/lookstudio
Tak sedikit lho, orang yang melakukan kesalahan filler dan menjadi hancur, karena iming-iming harga murah.
Perawatan wajah
- Dokumentasi
Jika dilakukan oleh tenaga medis non dokter, apalagi tidak berlisensi, hanya sekadar pengalaman dan kursus singkat, konsumen bisa saja berisiko tinggi mengalami efek samping, seperti pembengkakan, infeksi, nekrosis, granuloma di wajah. Bahkan, dalam kata lain, seseorang mengalami malapraktik yang mereka tidak bisa mengatasi masalah dan keluhan tersebut.
Dokter Cynthia bahkan memberi contoh bahwa ia beberapa kali menerima pasien yang mengalami kegagalan dan terkena nekrosis.
Nekrosis adalah suatu kondisi pembuluh darah di daerah area wajah yang kemasukan cairan filler, yang membuat obstruksi pada pembuluh darah sehingga terjadi pembengkakan.
Pembengkakan tidak bisa diabaikan begitu saja, karena kondisi itu merupakan adanya infeksi dan jaringan yang membiru karena oksigen kulit terganggu.
Pasien yang sudah mengalami nekrosis biasanya kualitas hidupnya menurun, yaitu suka mengalami demam dan menggigil saat tidur malam. Ditambah, proses penyembuhannya tidak bisa instan atau dalam sekali datang, plus proses pengobatannya juga relatif sakit.
"Karena kalau sudah bengkak, pasti ada nanah di dalamnya, akibat adanya sel sel dan jaringan hidup yang mati. Itu semua harus dikeluarkan dulu nanahnya, itulah tantangannya. Kalau sudah keluar semua nanahnya, baru bisa diobati," kata dokter anti aging lulusan dari Universitas Udayana ini.
Waktu penyembuhannya sendiri bergantung pada derajat keparahannya. Tapi, umumnya menghabiskan waktu berbulan-bulan dan biaya yang tentu tak sedikit, karena harus secara melakukan check-up berkala. "Contohnya, orang yang wajahnya sudah mengalami nekrosis. Kondisi itu bisa membuat jaringan kulit rusak dan akan terjadi cacat seumur hidup," lanjutnya.
Ilustrasi suntik filler/botox.
- Freepik/lookstudio
Nah, maka dari itu, dokter Cynthia mewanti-wanti untuk melakukan filler ditempat yang legit dan memang berlisensi dokter estetika.
"Lakukanlah treatment di klinik dan dokter yang berizin estetik. Jangan di salon, karena sudah pasti yang melakukan tindakan bukan dokter. Kemudian, yang melakukan tindakan filler harus dokter yang sudah memiliki kompetensi. Tergambar dari panjang waktu praktek di bidang estetik dan punya izin di bidang estetik," ujarnya memberi tips.
