Bareng Desainer Prancis di JF3, Koleksi Ernesto Abram Terinspirasi Sejarah Besar Bangsa Indonesia
- JF3.
Ada juga koleksi dari Vincent Pressiat, bertajuk ECHO. Koleksi-koleksi yang dihadirkan disajikan dalam siluet memanjang yang netral gender, jahitan yang sempurna, dan bentuk kepompong yang lembut, serta berbagai teknik korset pakaian dalam. Palet warnanya bernuansa hitam, putih, dan abu-abu merpati. Tekstilnya meliputi wol, lycra, vinil, jersey, kulit, payet parut, dan sutra.
Masih di panggung yang sama, Domestique mencoba menyajikan busana yang terinspirasi dari masyarakat dan makna benda sehari-hari. Aksesori yang dibuat begitu inovatif, serbaguna dan ramah lingkungan yang dibuat di Paris.
![]()
"Setiap aksesori dan perhiasan kulit dibuat dengan hati-hati dan sesuai pesanan, yang mempromosikan rantai pasokan lokal. Domestique telah memilih produksi kerajinan tangan yang sadar dan pengadaan bahan yang cermat, semuanya dirancang agar berkelanjutan dan ramah lingkungan. Seluruh proses produksi memiliki jejak karbon yang rendah,” tutur sang desainer.
Berbeda dengan Domestique, koleksi-koleksi yang ditampilkan 2 Mai Paris lebih flamboyan dan penuh warna yang menawarkan koleksi pakaian edisi terbatas untuk pria dan wanita yang terbuat dari bahan daur ulang.
